ADA BADAI !!!

aku hanyalah sang angin
yang bermain diantara sang awan dan sang mentari
melayang-layang dan menikmati keadaan
ketika suatu saat aku teriak : ADA BADAI !!!
yang membuat sang awan berubah kelam
dan menutupi cerahnya sang mentari

bagaimana teriknya mentari
dapat tergantikan dengan deru hujan
yang menjadi pelampiasan sang awan
dan sang mentari berlalu perlahan dan menjauh ...


aku hanyalah sang karang
yang berdiri diantara sang ombak dan sang pasir
menemani dan mendengarkan semua rayuan
ketika suatu saat aku teriak : ADA BADAI !!!
yang membuat debur sang ombak menjadi keras
dan menggelisahkan sang pasir

bagaimana setianya sang pasir
dapat terhapuskan dengan gelombang yang membesar
yang menjadi nafsu sang ombak
dan sang pasir hanya bisa melihat dan menjauh ...


apakah aku bisa menghentikan badai itu?
berusaha melunakkan sang awan dan menghentikan sang ombak
tetapi aku hanya bisa berpegangan dan berharap
akan ada sesuatu yang baik setelah ini
melihat, dan berdiri

tetapi aku lupa
ketika sang badai telah pergi
semuanya telah berubah ...


nb :
buat g*** : you've made the decision sobat!
buat a*** : ketika kau meminta kekuatan, saya akan selalu disini menemani...

egois

pagi ini saya memulainya dengan mengeluh
sedih menjadi kata kunci saya untuk minggu ini
entahlah, saya juga bingung
sedih melihat seseorang yang pergi untuk berangkat mencari kerja
sedih melihat anak-anak yang semestinya sekolah tetapi malah kerja di parkiran
sedih melihat ibu yang bekerja keras
dan saya sendiri begitu egois
hanya memikirkan diri saya sendiri
selama perjalanan, ada banyak orang yang berjuang untuk hidupnya
sang supir pete-pete yang berusaha mencari penumpang
tukang becak yang menunggu di depan pasar
anak yang mestinya sekolah jualan koran
sampai di kampus, ternyata semua punya masalah sendiri
si saudara beruang ku lagi punya masalahnya juga
anak-anak yang pusing kerja human relations
si wuri yang stress karena gambar yang mereka ambil rusak
kenapa saya mesti mengeluh?
kenapa saya mesti bersedih?
itulah mengapa saya mengatakan saya egois
tapi mau diapakan lagi?
saya juga bingung
kenapa perasaan seperti ini bisa bergumul kembali...

bercintalah denganku!!!!

mengetilah... aku resah...
mungkinkah aku terpuruk...
kumohon tenangkan aku...
BERCINTALAH DENGANKU!!!!

hujan

hujan merintih di angkasa
apakah ada yang ingin mendengarkannya
dia lelah berjatuhan katanya
apakah ada yang mau menangkapnya?

kesinilah sang hujan
jatuhlah ke dalam dekapanku
akan kutangkap kau
dengan segenap jiwaku

sang hujan kemudian berkata
apakah kau tidak takut
pada penjahat yang selalu datang
membayangi langkahku?

aku tidak perduli sang hujan
hilanglah di sekujur tubuhku
agar aku selalu tahu
aku tidak sendirian
karena ada kamu yang menemaniku

bantimurung, take I, Action!

akhirnya hari yang ditunggu tiba juga, sesuai dengan time schedule yang kami buat (dan tenggat waktu terakhir dari balai konservasi sumber daya alam) untuk pengambilan gambar, mulailah petualangan kami dalam merekam bantimurung. syuting hari pertama (sabtu, 17 november) rasanya banyak sekali halangannya. dan itu berawal dari... saya! seperti biasa, saya tahu kami akan take gambar hari sabtu, tapi (dasar tidak berpengalaman!) saya kira syutingnya sendiri akan dimulai pada jam 11 an siang. jadi saya menginap di FK seperti biasa untuk men-dl lagu baru. dan paginya, yak benar sodara-sodara, pintunya masih terkunci! untung tidak ada sesi terjebak part 2, karena saya tahu pintu itu akan terbuka, cuma menungu, kapan BAPAK PENJAGA MALAM itu bangun? setengah 8, akhirnya saya bisa pulang, berharap bisa tidur sejenak, supaya siangnya enak ngambil gambarnya. tapi ternyata itu cuma MIMPI! didekat rumah, kucoba untuk menghidupkan HP ku dengan tenaga terakhir yang dimilikinya, ada 4 SMS yang masuk,
"iqko' jadi kan besok kita ngambil gambar?"
"jangan lupa nge-charge kameranya yah,,"
"hun, kaset untuk syuting besok ada kan?"
"Iqko dimanako? kita janjian jam 8 di depan lorongnya erna, mo syuting pagi!!!"
halah!!! tak lama kemudian mamar menelpon! dan yah... tergambarlah semua kekacauan yang kutimbulkan pagi ini. sesampai dirumah, saya lekas mandi, tidak sempat sarapan lagi. lalu memeriksa handycam--tercharge gak yah?--hancur!!! untung tuh kamera masih memiliki banyak stok energi. segera kuambil motornya pace, untuk membeli kaset dan kupacu motorku untuk ketemuan dengan erna di depan pom bensin yang ada di daya. setelah ketemu sama mamar plus Bang Sony, perjalanan pun dilanjutkan. menuju Bantimurung!!!


diBantimurung, inilah kesalahan kami. tidak ada briefing sebelumnya. jadi kami masih agak bingung mengenai yang mana gambar yang harus kami ambil sebelumnya. plus, plot kami kelupaan! jadilah kami cuma mengambil gambar yang teringat di kepala saja, yaitu patung monyet sebagai patung selamat datang, air terjun, dan gua kartz. selama pengambilan gambar ini, kami juga agak gimana gitu.... kehadiran BS bisa jadi menguntungkan dan merugikan. selaku dosen penanggung jawab (kok bisa-bisanya dia ikut? alasan dirahasiakan!!!) kami sih enak saja bisa langsung mendapatkan pengarahan langsung. mengenai yang mana yang harus diambil, yang mana yang tidak. dia juga menemani kami untuk ikut beradventure menyusuri naik ke gua kartz. tetapi ya itu, kehadirannya juga menjadi beban. karena kami (atau cuma saya kali yah?) yang menjadi canggung untuk mengambil gambar. maklum lah, ini merupakan performance saya yang pertama sebagai kameraman. setelah sebelumnya hanya bergulat di belakang layar saja. keadaan bantimurung sendiri pada hari sabtu ini lumayan ramai. banyak yang menggunakan hari libur ini untuk sejenak melepas penat. tetapi di air terjun kedua, kami mendapatkan suasana yang lebih tenang. karena lokasi yang lumayan jauh, maka kurang orang yang ingin berkunjung ke tempat ini. sepanjang perjalanan kami pun bertemu dengan bapak-bapak mesum yang mencoba menggoda mamar dan erna (soalnya tu bapak mandi cuman kolor doang dia make, trus melihat kami yang bawa kamera, dia nya cuma berkomentar "ndak apa-apa ji di foto, aih masuk di fajar mi itu besok, dasar mesum!) dan banyak sekali pasangan yang mencari sudut-sudut yang enak untuk berduaan (syahdu ta' yang!). sesampai di air terjun kedua, wuih!!!! cantiknya! air yang biru, dan kupu-kupu yang beterbangan di tepinya semakin memperindah suasana telaga itu. beginilah mestinya suaka alam. kita bisa menikmati alam tanpa diusik oleh kehadiran manusia yang seringakali hanya menjadi-pengganggu. suasana di gua kartz pun indah. jajaran batu kapur, dan suara kelelawar menjadi pemandangan yang alami. kami cuma mengambil view dari pintu gua saja, soalnya untuk mengambil gambar sampai kedalam harus menyewa petromaks seharga 35 ribu--wakz masa kluarin duit lagi? setelah puas melihat-lihat, kami pun kembali ke air terjun utama, kami mengambil gambar aliran air dan suasana di bantimurung. ups, baterainya low! dan cuaca sudah mulai mendung. kami pun memutuskan untuk pulang. dengan kewajiban yah, besok mseti balik lagi untuk melengkapi gambar yang belum ada.


incredible week

luar biasa!!! rasanya cuma kata itu yang bisa kuucapkan dalam menghadapi minggu ini. dari hari senin mulai pukul 8 pagi, sampe hari minggu ini lairan adrenalin rasanya tak berhenti mengalir. banyak skali peristiwa yang sangat membutuhkan konsentrasi lebih, dan yah... banyak pengorbanan lah, kalau itu menurut pendapat saya.
semuanya sih berkisar di kegiatan kampus juga,, tetapi yang paling banyak menyita perhatian adalah masalah kuliah cinemtografi ini. entah mengapa, naik arisannya ini kuliah di semester 5. apalagi kelompokku. rasanya bukan harta, tenaga dan pikiran saja yang terkuras, tetapi rasanya tinggal ampas-ampas dari perasaan saja yang tertinggal. dimulai dari pulang balik maros makassar untuk antar proposal (dan tahukah kalian, kabar terakhir yang kami terima itu proposal gak tau nyasar ke mana, huh!!!). dan yang kedua, setelah mendengar cerita Dwi di postingannya, jadi tersenyum kembali mengingat bagaimana nasib anak jurnalistik yang mengambil mata kuliah jurnalistik siaran. mereka seperti bingung, soalnya katanya sih belum pernah siaran radio, dan tiba-tiba mereka disuruh untuk membuat suatu produksi siaran berita. yang jadinya... panik! jadilah saya menjadi Public Relations dari beberapa teman, mulai dari menyusunkan script siaran mereka, menyusun angle berita yang harus diangkat, menelpon beberapa instansi yang akan dijadikan nara sumber, sampai mengeditkan mereka di program cool edit. no probz fellas!!! dan khusunya buat memey, karena kau seorang dwi, makanya saya membantumu! tetapi ini menjadi saran saya buat teman-teman yang ada jurnalistik, jadi tahu kan bagaimana nantinya kerjaan seorang wartawan? kalau misalnya untuk berbicara dengan orang yang baru saja kalian malu, bagaimana nanti kalau sudah jadi wartawan beneran? jadi tolong, perluas wilayah pergaulan kalian! jangan hanya bergaul di kampus saja. cari suasana baru, cari orang-orang baru. karena sekali lagi teman, mereka yang akan membantu kita di kemudian hari. saya juga kemudian baru menyadari, ternyata kemampuan yang pertamanya saya anggap tidak ada orang yang membutuhkannya (cara siaran, penggunaan cool edit) ternyata bisa membantu mereka yang membutuhkannya. jumat ini juga menjadi jumat yang mengharukan, karena akhirnya dosen Sistem Komunikasi Indonesia saya, Pak Mansyur Semma berhasil meraih gelar doktornya. setelah seminar jumat kemarin, beliau berhak memakai nama doktor di depannya. bangga. itu pasti. terlepas dari kekurangan beliau (beliau mengalami kebutaan) tetapi ini tidak menghambatnya untuk terus belajar dan mengajar kami. selamat bapak!! terakhir, sabtu dan minggu ini kami sudah ambil gambar di bantimurung. dan sudah memiliki banyak stok gambar. untuk cerita panjangnya dan foto-foto, see u on the next chapter buddy!!! tatah....

lagi...

terjebak lagi...
pada kejenuhan
pada keletihan
pada kerinduan
terdampar lagi...
pada keinginan
pada kemestian
pada keharusan
terbersit lagi
pada keraguan
pada kebohongan
pada ketersiaan
apakah benar saya sudah jenuh?
apakah benar saya sudah letih?
apakah benar saya sudah rindu?
sampaikah saya pada satu keinginan?
sampaikah saya pada satu kemestian?
sampaikah saya pada satu keharusan?
aku ingin menepis keraguan itu
aku ingin menepis kebohongan itu
aku ingin menepis ketersiaan itu

dan berharap...
akan banyak cinta untukku
dari kamu...

kenapa shout box kalian??

wahai rekan-rekan blogger,, yang memakai c-box sebagai SB, apakah kalian merasakan hal yang sama? saya tidak bisa meninggalkan jejak di SB kalian!! pengaruh browser kah?? (saya menggunakan opera, apakah ini terjadi di mozilla juga??)
saya tidak bisa meninggalkan pesan lagi,,, wahai teman... maafkan saya!!!

birokrasi??

pertama saya ingin meminta maaf kepada beberapa dinas terkait, karena saya sendiri sudah salah kaprah dan menduga yang macam-macam mengenai beberapa instansi pemerintah. tahu lah skarang, isitilah korupsi, kolusi, nepotisme, birokrasi yang menjengkelkan, sampai kinerja pegawai yang menyedihkan rasanya menjadi hal yang wajar sekarang ini. apakah karena sudah menjadi tradisi dan sistem yang berlapis? ataukah ini yang sudah menjadi stigma tersendiri di masyarakat? tapi rasanya hal ini tidak terlalu saya alami. hari ini sesuai dengan rencana kemarin, saya jalan membawa proposal untuk minta dana guna membiayai pembuatan film dokumenter kami. ada dua instansi pemerintah yang kami masuki, yaitu pemerintah kabupaten maros, dan kantor dinas pariwisata kota makassar. karena memang di kepala kami sudah membayangkan birokrasi yang macam-maca, maka untuk di pemkab maros, saya dan erna meminta bantuan tante seorang teman. dia kemudian yang "harusnya" membantu kami. tetapi setelah kami menemui beliau, dia cuma menjelaskan tata cara tersendiri untuk langsung mengadakan audiensi dengan bapak wakil bupati. karena hari ini beliau sedang menikahkan anaknya,, jadi yah tidak ada di tempat. tujuan kedua, dinas pariwisata. kali ini saya bersama mamar. saya pun pede aja mencari teman dari k' lily disana. ternyata saya salah. dia pun berkata, "kok melalui saya? didepan saja". hah!! ternyata disini tidak berlaku sistem titip proposal. kami disuruh untuk langsung menghadap sama kepala dinas. permohonan audiensi. kinerja ibu-ibu itupun tidak mengecewakan. jadinya hari ini kami pulang, dengan membawa 2 janji audiensi. 1 dari pemkab maros, satu dari dinas pariwisata. haruskah kita selalu berburuk sangka terhadap birokrasi? entahlah, kami ingin mempercayai tempat yang kami datangi untuk mengurus persuratan itu bagus. lepas dari masalah birokrasi yang menyebalkan. terima kasih juga untuk balai konservasi sumebr daya alam, atas ketidakribetnya mengurus surat rekomendasi. semoga apa yang kami lakukan bisa berguna.

paris hilton dan bantimurung

hmm bingung kan, apa coba hubungannya antara paris hilton dengan bantimurung? apa dia mau mandi disana? atau syuting video klip disana? sebenarnya tidak ada sama skali kesengajaan untuk membuatnya berhubungan. cuma sekarang, entah mengapa saya lagi suka dengan video klip dari nothing in this world nya paris hilton. mp3 nya sudah lama saya punya (pembajak gitu loh!!!), cuma gak kepikiran aja buat ngederin si paris bernyayi. masih jauh kalau mau disejajarkan ama beyonce. tapi pas ngeliat video klipnya,,, wuih!!!! kena banget!!! walopun vidklipnya sendiri khas paris banget (tapi saya malas membahas paris dan kesemokan serta kebinalannya dia), tapi jalan cerita dari video klip itu sendiri. apalagi insert-insert tulisan yang bikin, begh!!! pokoknya sesuai dengan tema perasaan kuw saat ini yang intinya "jangan pernah berhenti untuk bermimpi, apapun bisa terjadi padamu". mau lihat juga? cari vidklipnya!!! trus yang kedua, mengenai beyonce. deja vu,, biasa!!! ring the alarm,, naikin hormon untuk membakar sesuatu naik banget, tapi lagunya yang irreplaceble, wuihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!! buat para pengkhianat cinta, kalian pikir kalian satu-satunya di dunia??? huh!!! buat kau yang telah menjadikan hatiku sebagai tempat sampah, maaf,, saya bisa mendapatkan banyak kalian dalam sekejap!
trus terakhir, akhirnya kami mulai take gambar akhir pekan ini di bantimurung. untuk mata kuliah cinematografi. persuratan di bksda beres, besok mo jalan bawa proposal di dinas pariwisata,, so still find another better day in tomorrow,,, oh wish i can see paris hilton di bantimurung....

malam minggu di pasar senggol

hari yang sama, jam yang berbeda. jam setengah 7 malam saya sudah ada di depan toko masih murah. apa yang saya lakukan di sana? saya sedang menunggui ibu yang sedang belanja. karena tadi perginya di ikut sama bapak (yang pergi untuk menjemput adik saya) maka saya pun setuju untuk menjemput saja. karena rasanya malas kalau ikut masuk ke pasar juga. suara ian kasela menemaniku menanti di depan toko ini. entah sudah berapa lagu yang dinyanyikan oleh sang vokalis. saya pun asyik saja memperhatikan kesibukan yang ada di depan mataku. rasanya semuanya mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. si tukang parkir sibuk mengatur motor yang akan keluar dan baru datang untuk berbelanja. orang-orang yang berbelanja di toko ini sangat beragam. mulai dari sebuah keluarga yang lagi mencarikan anaknya tas sekolah, remaja yang asyik melihat baju, bahkan orang yang membawa dispenser pun ada. tapi sampai kapan saya menunggu? saya sudah mulai gelisah. kulihat sekelilingku, tidak ada sosok ibu yang kutangkap dengan kedua mataku. saya pun beranjak, masuk ke toko juga. melihat-lihat jam tangan, dan mencoba-coba sendal. pikirku ketika saya keluar, ibu sudah ada di dekat motor dan siap di antar pulang. tapi ternyata tidak, dia belum ada. aduh,, dimana yah? masa masih di pasar? saya mencoba bersabar, karena ini memang malam minggu, dan biasanya suasana pasar senggol sangat crowded. suaranya ian kasela sekarang sudah terganti dengan suara pasha, sang vokalis ungu. dia juga meneriakkan untuk pergi sejauh mungkin. sampai kapan? saya sudah capek! saya kemudian berdiri dan menyakan jam kepada salah satu korban (yang tampaknya juga sedang menunggu seseorang yang berbelanja di pasar senggol).
"maaf pak, sudah jam berapa yah?"
"jam 8 lewat, hampir setengah 9", jawab sang bapak.
masa cuma cari ubi jalar dan tempe sampai 2 jam? memang sepadat apa pasar di dalam? saya tidak berani untuk pulang, karena takutnya ibu masih di dalam pasar. kasian belanjaannya banyak. saya pun tidak mau menunggu lebih lama lagi. kususul ke dalam pasar senggol. dan ternyata keadaan di dalam sangatlah padat. kenapa di katakan pasar senggol? karena yang dipakai sebagai tempat jualan merupakan ruas jalan, dan para pedagang menggelar dagangannya berhadap-hadapan. meyisakan lorong yang lebarnya kira-kira semeter. disinilah kenapa dinamakan pasar senggol. sebab, jika kita ingin berbelanja, maka kita harus rela untuk bersenggol-senggolan dengan orang. baik itu dengan orangnya, ataupun dengan barang belanjaanya. maka dari ini juga sebabnya saya memutuskan untuk tidak membawa handphone. malas aja, soalnya kecopetan baik itu dompet atau handphone sudah sangat sering terjadi. di kerumunan seperti ini, apapun bisa terjadi. ramai sekali pasar senggol ini. dan mataku segera ikut cuci mata juga. barang dagangan mulai dari vcd bajakan (heran barang ini masih bertahan sampai sekarang), penjual poster (saya ketawa tertahan ketika melihat seorang pemuda nanggung membeli poster Irwansyah, 2 lembar lagi! dan poster bob marley yang bertuliskan icon of pop culture, benarkah?), penjual baju kaos dengan motif distro (yups gak ada bedanya dengan baju yang dijual di distro-distro), penjual baju bekas atau cakar (cap karung) sampai penjual makanan semuanya tumpah ruah di pasar ini.
pertanyaannya adalah dimana ibu saya?
sayapun memberanikan diri untuk masuk ke bagian tergelap di pasar ini. yaitu di bagian pasar basahnya. sayur mayur, ikan, dan bahan-bahan dapur menjadi komoditi utama. tapi masuk ke bagian pasar ini, suasana tampak lengang. hanya beberapa ibu-ibu saja yang sibuk berbelanja. saya pun berkeliling, mencari penjual ubi jalar dan tempe.
"tuh kan pasarnya sepi begini, masa sampai 1 jam belanjanya?"
dia tidak ada di pasar. dugaan saya ibu sudah pulang, tapi bagaimana kalau belum? duh,, gimana yah, gimana gak bawa handphone lagi. kuputuskan untuk kembali masuk ke pasar senggol. melihat barang-barang lagi. berharap ketika saya kembali ke toko masih murah ibu sudah menunggu saya disana. ikat pinggang, mp3, dan kaos kaki sudah menjadi objek liat-liat saya. saya pun sempat memperhatikan obrolan dari mereka yang berbelanja di pasar senggol ini.
"15 ribu pasnya cewek, kalau di bawah harga itu, biar modalnya gak dapat"
"iyo, saya terlambat tau kalau si A sudah meninggal. soalnya lebaran kemarin saya masuk di kampung"
"eh berpa nomor telpon mu kah? miskoll ka dulu"
"kalau kaos ini ada yang ukuran kecil tidak?"
"bapak liatki itu pistolnya, besar sekali"
"yak pukul rata 1000 rupiah semua barang"
dan masih banyak lagi suara terdengar. sampai di depan toko, motorku masih sendirian, tidak ada ibu di sampingnya. cukup! saya capek menunggu. saya memutuskan untuk pulang, tapi masalah berikutnya adalah, saya tidak membawa uang sepeser pun untuk bayar uang parkir! saya berharap nanti ibu yang bayar. huah!!! saya pun memberanikan diri bicara sama sang tukang parkir (untungnya dia umurnya di bawah saya, kalau tidak, mampus!! dimaki deh)
"sori skali bos, ndak bawa ka uang. saya kira ada ibu yang lagi belanja. nanti saya bayar uang parkirnya"
saya pun tancap gas dan hanya ditatap oleh sang tukang parkir,, pyuh...
sampai di rumah,, dan ternyata dugaan saya benar! ibu sudah pulang dan lagi masak di dapur, begh!! bete!!! 2 jam saya menunggu kayak orang bodoh, dan ternyata ibu sudah pulang. sudahlah, saya capek. saya tidak ingin marah sama ibu. moral cerita, persiapkan semuanya ketika hendap melakukan sesuatu, ketika kamu merasa sudah waktunya pulang, pulang saja. malam semuanya.

terjebak!!!!

5:58 PM | Posted by iQko

hahahaha, rasanya ini mungkin pembalasan yang setimpal. berasa main dalam film action deh. jumat kemarin, setelah rapat dengan k' rahim mengenai langkah taktis yang harus dilakukan pada hari rabu untuk rapat radio, saya memutuskan untuk tinggal. yah, lumayan lama juga sih gak nginap di studio dan nge-net semalam suntuk. banyak skali rasanya lagu baru yang harus saya download. dan tinggallah saya, nge-net sampai bodo'. setelah puas ber-fs, blogwalking, dan juga yah,, sedikit bokep lah, di jam 2 subuh mataku rasanya sudah perih,, maka kuputuskan untuk tidur. komputer biarkan saja menyala mendownload lagu-lagu yang sudah saya search. nanti pagi baru saya ambil. jam 4 subuh saya pun terbangun, melanjutkan kerjaan. blogwalking lagi, cari lagu lagi, soalnya saya ingin pulang pas jam 6 pagi. ketika angkot sudah mulai masuk kampus. tidak ada yang aneh. jam 6 pagi, semuanya kelar. lagu sudah di amankan di mp3 player dan flashdisc. sampah sudah dibereskan. komputer sudah dimatikan. saya pun turun ke lantai satu untuk pulang. di lantai 2 tiba-tiba saya teringat sesuatu. TIDAK!. JANGAN SAMPAI ITU TERJADI! dan ternyata itu kenyataan. saya baru ingat ketika libur lebaran kemarin fakultas kedokteran tidak dibuka ketika sabtu. damn!!! segera kulangkahkan kakiku ke lantai satu, dan sampai di pintunya,,, TERGEMBOK!!
mana bukan gembok yang dulu lagi. yang sedikit diakali sudah bisa terbuka. ini gembok baru! apa yang harus saya lakukan? pucat! pias! panik! parno! berbagai bayangan buruk sudah menghantui pikiranku. masa saya mau disini sampai malam hari? ketika ada bapak penjaga malam lagi jaga. iya kalau dia datang. kalau tidak? MAMPUS! saya pun naik kembali ke lantai 2. mencari jalan keluar dari masalah ini. saya mencoba ke gerbang yang ada dekat mushallah. dan ternyata itu tergembok juga. ya ALLAH apa yang harus saya lakukan? ini FK! jangan sampai kita dikira melakukan hal yang tidak-tidak. sudah terpikirkan beberapa jalan keluar yang ada. melompat turun! setelah diukur-ukur, ada beberapa titik yang bisa dipakai untuk melompat. di dekat kolam ikan, atau di dekat tangga. tapi, entar diliat orang di kira maling lagi. dan juga mana mungkin badan segede-gede beruang bisa jatuh tanpa terluka sama sekali. TOLONG! apa yang harus kulakukan? handphone! itu salah satu jalan keluar. biar kuhubungi k'rahim. MALU! itu sudah pasti. bagaimana kalo semua orang tahu? saya terjebak di fk di jam 6 pagi. sayapun segera kembali ke studio di lantai 3. kucari handphone ku dekat meja komputer. MATI! kenapa semua kesialan terjadi di pagi ini? handphone saya low bat dan sudah tidak bisa di gunakan lagi. kucoba tenaga terakhirnya, bahkan untuk menyelesaikan sms pun dia tak mampu. apa yang akan terjadi? rasa panik semakin memburuku. bayangan saya akan berada 2 x 24 jam di fk sudah memenuhi kepalaku. hari senin nanti bagaimana tampangku yah? rasanya semua langkah sudah kulakukan. apa yang harus saya buat?alternatif terakhir saya pun mengambil selembar kertas dan menuliskan pesan untuk bapak penjaganya,
"bapak ndak dibuka pintunya kah? saya ada di studio di lantai 3. iQKo".
itulah harapan terakhir saya, saya pun turun dan meletakkan pesan tersebut di atas motor sang bapak. berharap dia belum pulang dan tertidur di satu bagian di fakultas ini. rasanya kedamaian pagi, segera berubah menjadi serangan adrenalin. keringat terus mengucur. saya pun kembali ke studio, dan menyalakan komputer. pintu studio kubiarkan terbuka, agar suara televisi kedengaran. supaya ketika sang bapak masih ada di fakultas ini, dia tahu saya ada di lantai 3. ketika blogku baru terbuka, ada langkah suara. SANG BAPAK PENJAGA MALAM! terima kasih Tuhan, dia melihat pintu studio yang terbuka, dan segera mendekat,
"halo bapak. ndak terbuka kampus kah kalo hari sabtu?"
"dari bawah yah? kalo memang ada yang mau masuk kampus, yah baru dibuka. kamu masuk dari mana?"
"nginap di studio ka'. ini mau pulang tapi gerbang di bawah masih terkunci, gembok baru yah?"
"iya, soalnya memang kan anak radio jarang datang. makanya belum terbuka gerbangnya"
"kita tidur dimana?"
"di lantai 2, di redaksi buletin. kamu sudah mau pulang?"
"iya"
"ya sudah kebawah saja, nanti saya bukakan"
saya pun masuk ke studio dan membereskan barang-barang saya, dan turun ke lantai 1. tetapi mana lagi sang bapak? saya kira pintunya sudah terbuka. jangan-jangan saya bermimpi ketemu sang bapak? saya pun naik lagi ke lantai 2, dan kudengar langkah kaki.
"ini kuncinya, ayo turun"
saya pun turun segera, gembok terbuka, pintu tebuka, HORE!!!! ketika kulangkahkan kakiku di halaman bawah Fk, rasanya sungguh indah pagi ini.
"terima kasih bapak. saya pulang dulu"
sang bapak cuma tersenyum dan saya pun bersegera jalan menuju tempat ambil angkot. pagi ini terasa tragis!!! kulihat studio, FK dari tempat ambil angkot. bagaimana kalo saya ada di sana sampai malam atau hari senin nanti yah?
sudahlah, angkot sudah ada di depan saya, incubus sudah meneriakkan anna molly nya di telinga saya. waktunya hibernasi di rumah. waktunya melupakan sabtu pagi yang tragis ini. pagi semua!

cinta platonikkuw

masih sama, kau yang terindah.
wajah yang sama, yang menunggu di penghujung rindu
suara yang sama, memecah kesunyianku
di hadapanmu, saya tidak bisa apa-apa
lenyap semua kata
menghilang entah kemana
kemarin, aku menemuimu lagi
setelah hitungan bulan aku menunggu
akhirnya aku bisa menyapamu lagi
di dunia nyata ini.
masih samakah rasa yang ada di hatiku?
masih tertujukah semua rinduku untukmu?
masih berharapkah semua asaku padamu?
iya
aku masih menantimu,
walaupun saya tahu
kamu tak akan pernah bisa kumiliki.