Untuk pertanyaan sesimpel itu tidak bisa dijawab dengan mudah. Bahkan oleh seorang yang menguasai interior ruangan pun harus mempertimbangkan banyak aspek sebelum bisa mengatakan iya. Bagaimana melihat fungsi sebuah ruangan, bagaimana penempatan perabot yang lain, sampai mood apa yang ingin ditonjolkan oleh pemilik rumah.
Saya pernah berkunjung kerumah seorang teman. Yang membuat saya takjub adalah permainan lampu yang digunakannya. Sebagian lampu ditanam di bagian plafon, sehingga menimbulkan efek bias dan memancarkan pendar yang lumayan redup. Iseng, saya bertanya butuh berapa buah lampu untuk efek seperti itu? Dia mengatakan jumlah yang hampir membuat saya tersedak. Jumlah itu sama dengan lampu yang saya gunakan di seluruh rumah, sedangkan dia hanya untuk satu ruangan saja. :D
Ketika berbicara kepuasan, tidak ada tolak ukur yang dapat membatasinya. Dia pun menjelaskan bahwa untuk menyiasati efek inilah perlu digunakan lampu yang sesuai. Ketika sesuatu yang mahal terlihat, tapi disiasati penggunaannya, bukannya lebih hemat? Dia pun balik bertanya, lampu jenis apa yang saya gunakan di rumah. Saya hanya menjawab, lampu pijar.
Disinilah saya dijebak dan terperangkap dalam satu kuliah tentang kualitas lampu. Kalau jaman kuliah ini mungkin sudah masuk 3 sks. Maklum, di rumah hanya Bapak seorang yang mengetahui seluk beluk jenis lampu yang digunakan. Selebihnya saya hanya tinggal menikmati saja. Hanya bisa mengeluh ketika lampu sudah hampir padam, ataukah panas dari lampu tersebut sudah terasa karena terlalu lama dinyalakan.
Tidak banyak yang sadar bahwa saat ini lampu LED merupakan alternatif yang bisa menjadi solusi untuk penerangan yang lebih baik dan lebih murah. Lampu LED memiliki umur yang lebih panjang, daya tahan yang lebih awet serta tidak memancarkan panas dan memancarkan UV. Pernah merasa berada di dalam rumah tapi silau dan panasnya seperti terkena sinar matahari? Berarti kita sama.
Karena selain menimbulkan efek silau dan panas tersebut, lampu pijar ternyata hanya berhasil mengubah sekitar 8% energi listrik menjadi cahaya! Artinya lebih banyak biaya yang terbuang. Hitung-hitungannya ya itu tadi. Jumlah biaya yang saya keluarkan dirumah dengan sedikit lampu bisa sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dengan banyak lampu. Bahkan bisa lebih mahal! Mampus!
Itu baru dari aspek biaya dan kenyamanan. Siapa bilang estetika itu harus bernilai mahal? Bermain dengan cahaya, bisakah? Untuk pertanyaan seperti itu akhirnya saya bisa menjawab dengan tegas, iya! Ketakutan selama ini bahwa lampu yang banyak akan boros listrik dan juga mahal perawatan menjadi hilang berkat inovasi dari lampu LED ini. Karena ada beberapa ruangan yang sebenarnya bisa disulap menjadi ruangan yang menarik dengan permainan cahaya yang tepat.
Ya itu tadi, pertanyaan berikutnya adalah mood apa yang ingin dibangun? Perabotan apa yang ingin dibuat menonjol? Suasana apa yang hendak diinginkan? Tentu saja penggunaan jumlah lampu pun berbeda-beda. Ruang tamu untuk penerangan maksimal, bisa disiasati dengan menanamkan beberapa lampu LED di dinding, untuk melembutkan cahaya yang datang dari lampu utama.
Untuk kamar, setidaknya siapkan pengatur cahaya yang dekat dengan tempat tidur. Sehingga memudahkan kita apabila masih ingin membaca sebelum tidur dan membutuhkan cahaya yang cukup. Inilah salah satu keutamaan lampu LED. Bisa memberikan perasaan tenang dan nyaman di dalam rumah.
Tidak perlu menjadi seorang interior ruangan apabila ingin membuat efek yang menyenangkan di setiap ruangan yang ada dirumah. Tidak perlu juga menunggu sampai kaya dan mampu membeli semua lampu pijar untuk membuat efek yang diinginkan, karena dengan sedikit taste dan percobaan serta dukungan dari lampu LED, kita sendiri bisa membuat nuansa yang berbeda di rumah kita.
Jadi siap untuk bermain dengan cahaya? Saya siap!
Bermain dengan cahaya, bisakah?
Tuesday, June 07, 2011
12:45 PM
Tips
| Posted by iQko
Book Review – I Am Number Four
Saturday, June 04, 2011
12:39 PM
Book Review
| Posted by iQko
Judul Buku : I Am Number Four
Pengarang : Pittacus Lore
Penerbit : Mizan
Jumlah Halaman : 500
Genre : Fantasi
Tidak banyak bacaan yang bisa menarik minat saya. Sedari dulu, hanya genre fiksi ilmiah yang bisa membuatku bertahan membaca buku secara non stop. Setelah terhenti di saga Twilight dan Harry Potter, ada satu serial yang sepertinya berpotensi menjadi hit. I Am Number Four.
Dalam buku ini kita akan bertemu dengan 9 alien yang dikirim kebumi karena planet mereka, Lorien, telah musnah dalam peperangan melawan bangsa Mogadorians. Tokoh utama ceritanya bernama John Smith, bersama sang penjaga, Henri kemudian berkelana dari satu tempat ke tempat yang lain. Rupanya bangsa Mogadorians juga telah sampai ke bumi dan kemudian memburu ke 9 anak ini. John sendiri telah melihat sebuah visi bahwa nomor 3 telah tewas terbunuh. Berarti yang diburu berikutnya adalah dia, dan dia harus berpindah kota lagi untuk kesekian kalinya.
Disinilah cerita berlanjut. Number Four dan sang Penjaga kemudian memutuskan untuk menetap di kota kecil bernama Paradise, Ohio. Semakin terpencil mereka, berarti kemungkinan ditemukan oleh para Mogadorian semakin kecil. Satu hal yang menjadi istimewa adalah ternyata kekuatan Number Four sudah mulai bangkit dan dia harus berlatih keras untuk mendapatkan pusaka-pusakanya.

Apakah masalahnya selesai disini? Tentu saja belum. Number Four akhirnya bertemu dengan seseorang yang membuatnya jatuh cinta. Sarah Hart kemudian menjadi alasan utamanya untuk tetap tinggal di Ohio. Walaupun itu berarti harus ditemukan dan melawan bangsa Mogadorian.
Sebuah tema yang sangat klise memang. Melihat cerita ini sebagai cerita cinta alien bersama manusia. Sang alien memiliki kekuatan dan harus melindungi sang wanita. Tetapi yang membuatnya menarik adalah bagaimana perjalanan perkembangan kekuatan Number Four diceritakan. Kita juga akan menikmati alur balik ketika apa yang terjadi di planet Loriens, bisa saja akan terjadi di bumi. Bukan masalah diserang oleh makhluk asing, tetapi tentang bagaimana menggunakan hasil alam.
Tentu saja klimaks ceritanya ketika Number Four akhirnya ditemukan oleh bangsa Mogadorian. Pertempuran akhirnya tidak terelakkan di sekolah, bersama Sarah, serta Mark James, musuh yang akhirnya menjadi teman, serta Henri sang penjaga dan Sam Goode. Satu-satunya sahabat manusia yang didapat oleh Number Four. Disaat keadaan sudah semakin gawat, ternyata datang bantuan tidak terduga. Number Six yang ternyata seorang perempuan, hadir dan bergabung dalam pertempuran dengan kekuatan yang dimilikinya.
Bisakah semuanya selamat? Dalam buku setebal 500 halaman ini kita akan menemukan jawabannya. Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan inti dari Number Four dan Number Six, bagaimana kisah cintanya bersama Sarah. Terdengar klise? Tapi sepertinya 6 buku masih akan menjadi cerita yang panjang. Masih ada Number Five, Number Seven, Number Eight, dan Number Nine yang belum muncul.
Pengarang : Pittacus Lore
Penerbit : Mizan
Jumlah Halaman : 500
Genre : Fantasi
Tidak banyak bacaan yang bisa menarik minat saya. Sedari dulu, hanya genre fiksi ilmiah yang bisa membuatku bertahan membaca buku secara non stop. Setelah terhenti di saga Twilight dan Harry Potter, ada satu serial yang sepertinya berpotensi menjadi hit. I Am Number Four.
Dalam buku ini kita akan bertemu dengan 9 alien yang dikirim kebumi karena planet mereka, Lorien, telah musnah dalam peperangan melawan bangsa Mogadorians. Tokoh utama ceritanya bernama John Smith, bersama sang penjaga, Henri kemudian berkelana dari satu tempat ke tempat yang lain. Rupanya bangsa Mogadorians juga telah sampai ke bumi dan kemudian memburu ke 9 anak ini. John sendiri telah melihat sebuah visi bahwa nomor 3 telah tewas terbunuh. Berarti yang diburu berikutnya adalah dia, dan dia harus berpindah kota lagi untuk kesekian kalinya.
Disinilah cerita berlanjut. Number Four dan sang Penjaga kemudian memutuskan untuk menetap di kota kecil bernama Paradise, Ohio. Semakin terpencil mereka, berarti kemungkinan ditemukan oleh para Mogadorian semakin kecil. Satu hal yang menjadi istimewa adalah ternyata kekuatan Number Four sudah mulai bangkit dan dia harus berlatih keras untuk mendapatkan pusaka-pusakanya.

Apakah masalahnya selesai disini? Tentu saja belum. Number Four akhirnya bertemu dengan seseorang yang membuatnya jatuh cinta. Sarah Hart kemudian menjadi alasan utamanya untuk tetap tinggal di Ohio. Walaupun itu berarti harus ditemukan dan melawan bangsa Mogadorian.
Sebuah tema yang sangat klise memang. Melihat cerita ini sebagai cerita cinta alien bersama manusia. Sang alien memiliki kekuatan dan harus melindungi sang wanita. Tetapi yang membuatnya menarik adalah bagaimana perjalanan perkembangan kekuatan Number Four diceritakan. Kita juga akan menikmati alur balik ketika apa yang terjadi di planet Loriens, bisa saja akan terjadi di bumi. Bukan masalah diserang oleh makhluk asing, tetapi tentang bagaimana menggunakan hasil alam.
Tentu saja klimaks ceritanya ketika Number Four akhirnya ditemukan oleh bangsa Mogadorian. Pertempuran akhirnya tidak terelakkan di sekolah, bersama Sarah, serta Mark James, musuh yang akhirnya menjadi teman, serta Henri sang penjaga dan Sam Goode. Satu-satunya sahabat manusia yang didapat oleh Number Four. Disaat keadaan sudah semakin gawat, ternyata datang bantuan tidak terduga. Number Six yang ternyata seorang perempuan, hadir dan bergabung dalam pertempuran dengan kekuatan yang dimilikinya.
Bisakah semuanya selamat? Dalam buku setebal 500 halaman ini kita akan menemukan jawabannya. Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan inti dari Number Four dan Number Six, bagaimana kisah cintanya bersama Sarah. Terdengar klise? Tapi sepertinya 6 buku masih akan menjadi cerita yang panjang. Masih ada Number Five, Number Seven, Number Eight, dan Number Nine yang belum muncul.
Web Hosting and afters sales services
Tuesday, March 29, 2011
10:03 PM
Advertising
| Posted by iQko
I still remember when take the marketing study at the college. There are a lot of rules about how to be a great marketer. All that stuff is you have to study about 4 months, with different case every week. It’s about how to make you though and understand the deal. It’s not just about business, but also about relationship to the customer.
When you think the relation is ended when someone is buy something from you, it’s not true. One of the basic rules that someone can easily forget is about after sales. How about the guarantee? How often you see the costumer after buying your stuff? Not every company can do that.

Why this became important? When you have a business in the internet era, than trusty is the key. Especially when your stuff is something that people can’t see. Like webhosting. Is it possible to trust the company or the person? The answer is yes. When you can do the after sales is answering people question about your product. I remember when some of my friends, having this problem.
He created an account where he installed SPIP with great difficulty. His finally (but not even sure that the installation is done correctly so it was buggy). When he goes to his website, they ask him the link to the database to continue the installation of SPIP. He have error message:
And you can imagine, my friend is not waiting even for 24 hours. He immediately found in his email, how to solve the problems. Sure, the company have a great after sales service. When you talk about web hosting. Who knows someone is a loyal customer. This is the value which not ever company have it. The after sales is also included about web hosting news, about the new product or about the maintenance.
If you’re looking for web hosting provider which can gave you guarantee, you have to see the after sales services. Is it worth it to buy or not. Later than tomorrow you’ll be regret about your choice.
When you think the relation is ended when someone is buy something from you, it’s not true. One of the basic rules that someone can easily forget is about after sales. How about the guarantee? How often you see the costumer after buying your stuff? Not every company can do that.

Why this became important? When you have a business in the internet era, than trusty is the key. Especially when your stuff is something that people can’t see. Like webhosting. Is it possible to trust the company or the person? The answer is yes. When you can do the after sales is answering people question about your product. I remember when some of my friends, having this problem.
He created an account where he installed SPIP with great difficulty. His finally (but not even sure that the installation is done correctly so it was buggy). When he goes to his website, they ask him the link to the database to continue the installation of SPIP. He have error message:
"The connection to the database failed."
And you can imagine, my friend is not waiting even for 24 hours. He immediately found in his email, how to solve the problems. Sure, the company have a great after sales service. When you talk about web hosting. Who knows someone is a loyal customer. This is the value which not ever company have it. The after sales is also included about web hosting news, about the new product or about the maintenance.
If you’re looking for web hosting provider which can gave you guarantee, you have to see the after sales services. Is it worth it to buy or not. Later than tomorrow you’ll be regret about your choice.
Dan tiba-tiba mimpi itu terasa sangat jauh.
Sunday, January 16, 2011
6:40 AM
Private Emotion
| Posted by iQko
Pagi menyeruak membawa guyuran hujan bersamanya. Ada riak kegelisahan yang tiba-tiba menggeliat, ada sunyi yang tiba-tiba merasa menghimpit. Mengapa semua ini terjadi lagi?
Mungkin benar saya yang salah. Membiarkan pikiran menjajahku sekali lagi. Membiarkan diri sendiri terbawa pada bayangan yang tidak mungkin jadi kenyataan. Tapi mengapa semuanya terasa sesak didalam dada? Mencoba berpikir dan mengingat, apa yang sebenarnya yang telah terjadi dalam hidupku?

Entahlah. Mungkin benar saya yang kalah. Kegamangan itu terasa besar. Seakan-akan membawa menjadikan diri hanya sebuah selongsong yang berjalan. Tak berjiwa, dan tak bermimpi. Apa yang harus saya lakukan dikeesokan hari?
Pelan-pelan saya mencoba merunut. Mencoba melihat kembali, bagaimana saya telah tiba dititik ini. Bagaimana saya telah meninggalkan jejak dimana-mana. Bagaimana diantara semua keriuhan itu, tiba-tiba timbul satu kesadaran, “bagaimanapun kau berusaha, kau akan tetap sendirian. Jadi untuk apa berusaha terlalu keras dengan semuanya?”.
Bertahun-tahun yang lalu, ketika pikiran ini muncul. Dimana bertahun-tahun sesudahnya saya berusaha bangkit dan berusaha melawannya. Mencoba melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, mencari jawab dari setiap pertanyaan. Tapi saya selalu terhantam di posisi yang sama. Sendiri. Lantas apa yang harus saya lakukan berikutnya? Entahlah. Bahkan bermimpi pun saya tidak berani lagi.
Mungkin benar saya yang salah. Membiarkan pikiran menjajahku sekali lagi. Membiarkan diri sendiri terbawa pada bayangan yang tidak mungkin jadi kenyataan. Tapi mengapa semuanya terasa sesak didalam dada? Mencoba berpikir dan mengingat, apa yang sebenarnya yang telah terjadi dalam hidupku?

Entahlah. Mungkin benar saya yang kalah. Kegamangan itu terasa besar. Seakan-akan membawa menjadikan diri hanya sebuah selongsong yang berjalan. Tak berjiwa, dan tak bermimpi. Apa yang harus saya lakukan dikeesokan hari?
Pelan-pelan saya mencoba merunut. Mencoba melihat kembali, bagaimana saya telah tiba dititik ini. Bagaimana saya telah meninggalkan jejak dimana-mana. Bagaimana diantara semua keriuhan itu, tiba-tiba timbul satu kesadaran, “bagaimanapun kau berusaha, kau akan tetap sendirian. Jadi untuk apa berusaha terlalu keras dengan semuanya?”.
Bertahun-tahun yang lalu, ketika pikiran ini muncul. Dimana bertahun-tahun sesudahnya saya berusaha bangkit dan berusaha melawannya. Mencoba melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, mencari jawab dari setiap pertanyaan. Tapi saya selalu terhantam di posisi yang sama. Sendiri. Lantas apa yang harus saya lakukan berikutnya? Entahlah. Bahkan bermimpi pun saya tidak berani lagi.
I wish I hadn't seen all of the realness
And all the real people are really not real at all
The more I learn the more I learn
The more I cry the more I cry
As I say goodbye to the way of life I thought I had designed for me
Then I see you standing there
Wanting more from me
And all I can do is try
Then I see you standing there
I'm all I'll ever be but all I can do is try
(Nelly Furtado - Try)
Subscribe to:
Posts (Atom)
- iQko
- Sedikit apatis, Sedikit sarkastis,Menyukai hujan dan sore hari, Selalu bermimpi.
It may sound absurd…
but don’t be naive
Even heroes have the right to bleed
I may be disturbed…
but won’t you concede
Even heroes have the right to dream
And it’s not easy to be me.
(Five For Fighting - Superman) - June 2011 (2)
- March 2011 (1)
- January 2011 (13)
- December 2010 (3)
- November 2010 (10)
- October 2010 (9)
- September 2010 (8)
- May 2010 (6)
- April 2010 (2)
- March 2010 (5)
- February 2010 (2)
- January 2010 (4)
- December 2009 (3)
- November 2009 (2)
- September 2009 (1)
- August 2009 (2)
- July 2009 (14)
- June 2009 (7)
- May 2009 (1)
- April 2009 (8)
- March 2009 (3)
- September 2008 (1)
- August 2008 (3)
- July 2008 (4)
- June 2008 (2)
- May 2008 (2)
- April 2008 (6)
- March 2008 (2)
- February 2008 (1)
- January 2008 (2)
- December 2007 (5)
- November 2007 (1)
- October 2007 (2)
- September 2007 (3)
- June 2007 (2)
- May 2007 (3)
- April 2007 (5)
- March 2007 (6)
- February 2007 (6)
- January 2007 (5)
- December 2006 (10)
- November 2006 (13)
- October 2006 (4)
- September 2006 (11)
- August 2006 (9)
- July 2006 (13)
-
-
Winter Dreams3 days ago
-
-
Luna Bukan Kopaja2 years ago
-
-
-
Ke Panti Asuhan22 hours ago
-
-
-
-
-
-
I had to go on welfare3 years ago
-
-
7 April8 months ago
-
Jualan DVD Jomblo (Film & Serial)1 week ago
-
Kita semua punya mesin waktu3 weeks ago
-
Dear Dwi Kecil1 day ago
-
-
Belajar Dari Jepang #TudangSipulung10 months ago
About Me
Blog Archive
Labels
Ordinary LIfe
(54)
Private Emotion
(29)
another day
(26)
Me and My Stupid Mind
(14)
Track Of The Day
(14)
Tips
(10)
Track Review
(9)
Journey
(8)
Muviee Review
(8)
Advertising
(6)
Memory
(6)
Friendship
(5)
Book Review
(4)
place to go
(4)
Blog 31 hari
(3)
Love
(3)
Track Of The Week
(3)
a list
(3)
program televisi
(3)
Album Review
(2)
Lyricious Power
(2)
wisata kuliner
(2)
Pick And Play
(1)
Televisi
(1)


