birokrasi??

pertama saya ingin meminta maaf kepada beberapa dinas terkait, karena saya sendiri sudah salah kaprah dan menduga yang macam-macam mengenai beberapa instansi pemerintah. tahu lah skarang, isitilah korupsi, kolusi, nepotisme, birokrasi yang menjengkelkan, sampai kinerja pegawai yang menyedihkan rasanya menjadi hal yang wajar sekarang ini. apakah karena sudah menjadi tradisi dan sistem yang berlapis? ataukah ini yang sudah menjadi stigma tersendiri di masyarakat? tapi rasanya hal ini tidak terlalu saya alami. hari ini sesuai dengan rencana kemarin, saya jalan membawa proposal untuk minta dana guna membiayai pembuatan film dokumenter kami. ada dua instansi pemerintah yang kami masuki, yaitu pemerintah kabupaten maros, dan kantor dinas pariwisata kota makassar. karena memang di kepala kami sudah membayangkan birokrasi yang macam-maca, maka untuk di pemkab maros, saya dan erna meminta bantuan tante seorang teman. dia kemudian yang "harusnya" membantu kami. tetapi setelah kami menemui beliau, dia cuma menjelaskan tata cara tersendiri untuk langsung mengadakan audiensi dengan bapak wakil bupati. karena hari ini beliau sedang menikahkan anaknya,, jadi yah tidak ada di tempat. tujuan kedua, dinas pariwisata. kali ini saya bersama mamar. saya pun pede aja mencari teman dari k' lily disana. ternyata saya salah. dia pun berkata, "kok melalui saya? didepan saja". hah!! ternyata disini tidak berlaku sistem titip proposal. kami disuruh untuk langsung menghadap sama kepala dinas. permohonan audiensi. kinerja ibu-ibu itupun tidak mengecewakan. jadinya hari ini kami pulang, dengan membawa 2 janji audiensi. 1 dari pemkab maros, satu dari dinas pariwisata. haruskah kita selalu berburuk sangka terhadap birokrasi? entahlah, kami ingin mempercayai tempat yang kami datangi untuk mengurus persuratan itu bagus. lepas dari masalah birokrasi yang menyebalkan. terima kasih juga untuk balai konservasi sumebr daya alam, atas ketidakribetnya mengurus surat rekomendasi. semoga apa yang kami lakukan bisa berguna.