Nurani 2006 : Spice boys infected

Spice boys? Inilah salah satu gank yang ada di angkatan 2004 selain iwapi (ikatan wanita penyebar isu), rojali (rombongan janda liar), trio berlima, Jakarta groups (ini anak-anak yang ngomongnya logat Jakarta), sexy six, dan gerombolan siberat. Di kalangan anak rush biasa aja kale kalo memang punya teman-teman yang dekat yang bisa diajak cerita. Dan spice boys ini terbentuk ketika kita masih menjadi maba. Mereka selalu berlima, pergi makan, pergi sholat, pokoknya kemana-mana. Dan kak ipah akhirnya memberi mereka nama spice boys. Basri, padly (pake “p” bukan “f”), vai, ali, dan baqir. Inilah anggota spice boys. Walaupun sepanjang karir perjalanan mereka baqir sempat bersolo karir (halah!) dan memilih hengkang, spice boys memiliki beberapa additional player. Biasanya kalo mereka Cuma jalan pisah-pisah, maka biasanya ada fufu, atau spongebob (a.k.a unan. Kenapa dipanggil spongebob? habis mukanya memang kotak!) yang jalan bersama mereka. Dan ditahun 2006 kemarin Baqir menyatakan bergabung kembali dalam spice boys. Inilah konsep kegilaan dalam kepala anak rush. Sebenarnya gak sebagaimana-bagaimana amat sih. Kita Cuma berteman biasa aja. Siapa jalan sama siapa, siapa enak cerita dengan siapa, so on. Tapi yah dasarnya anak kosmik memang hiperbolis, jadinya konsep spice boys di anak rush masih tetap bertahan dengan kelima anggota inti dan beberapa additional player.
Dan saya rasanya hampir menjadi additional player mereka, karena interaksi yang begitu intens dengan mereka (padahal selama ini saya selalu bingung ingin cerita apa sama mereka, dasar paranoid!). berbagai cerita dan kegilaan kami lakukan bersama. Kalau dengan padly enaknya cerita yang gila-gilaan. Cerita tentang anak kosmik juga jadi. Kalau dengan Baqir, cerita buku, internet pasti nyambung. Trus sama Ali cerita bokep ajah, pasti nyambung. Spice boys yang paling dekat sama saya emang Vai, selain sering nganter sana sini(thanx bro, for the being my driver dengan Suzuki smash atau Yamaha vega mu) saya sudah menganggapnya sebagai sodara sendiri. Ngingetin tugas kuliah, sampe nanya gimana kabar keluarga. Basri… gimana yah, agak aneh ngomong sama dia. Habis isi pikirannya tak tertebak. Tapi senangnya karena kalo ngomong sama spiceboys ini pasti bawaannya ketawa terus. Dan mereka juga satu ide dalam nyela orang. Jadinya klop deh.
Dan di nurani 2006 ini spiceboys juga ikut ambil bagian. Minus vai (karena katanya macenya datang ke makassar, jadinya dia mesti nemenin), tetapi kami tetap bersuka ria. Dan disuatu sore di malino, kami berenam (plus fufu) berbagi kegilaan. Banyak sekali cerita yang mengalir, mulai dari flash back ospek kami yang asli sampe berdarah-darah, rumah kenangan di rumahnya echi sama rumahnya ema, kegiatan-kegiatan yang pernah kami lakukan, com for ed di soppeng, raker di jeneponto, sampai prosesi figure dan bina akrab. Cerita mengenai siapa senior yang paling dibenci, suasana jurit malam kami, dan banyak lagi. Rasanya tak habis bercerita tentang memori yang telah kami alami bersama. Kekacauan pun makin seru ketika kami merampok dapur maba dengan menyuruh mereka membuat kopi dan membuat ransum untuk kami (kurang ajar, kalian menjual namaku lagi!)
Serta celaan yang keluar akibat Basri yang sudah mau pulang di sabtu sore. Apaji, apa yang menunggumu di Makassar memangnya? Tetapi karena desakan dan celaan, akhirnya dia tidak jadi buat balik (karena kalo balik, pasti sama padly karena mereka berdua naik motor) dan kadar kegilaan kami pun rasanya sudah parah. Yang ada cuman ketawa melulu!!!
Malamnya pun begitu, selepas makan malam karena belum jelas kapan acara permainan dimulai, kami pun berkumpul lagi mencari tempat yang nyaman untuk bercerita. Sebab di aula utama sudah mulai berdatangan abang-abang dan super senior. Nantilah untuk menyapa mereka. Kami berkumpul di dekat gerbang masuk dan kali ini unan ikut gabung juga. Dan entah mengapa topic yang menjadi persoalan mulai dari pembahasan tingkah laku angkatan 2005 yang sangat hedon, suasana klub malam, kehidupan malam, sampai pada persoalan pola pikir. Berbobot dan tercela secara moral. Tapi itulah isi pembicaraan kami. Sampai saya melihat kak ipah dan kak cido’ buka kamar. Iseng pergi melihat mereka, saya pun jadi mengantuk melihat tempat tidur. Hehehehe, maaf spiceboys saya ngantukz!!!
Inilah salah satu yang baru saya sadari lagi. Ternyata mereka tidak begitu jauh, ketika kita berusaha mendekati mereka. Selama ini saya selalu bingung ketika akan berinteraksi dengan mereka, tetapi itulah arti teman sesungguhnya. Banyak kesamaan diantara kami. Dan masih saya yang menjadi orang bodoh, dengan menyia-nyiakan waktu 2 tahun untuk menyadari kebersamaan kami. Saya menemukan sekelompok orang yang bisa mengerti akan diriku lagi. Mudah-mudahan ini bisa bertahan lama, karena memang masalahnya bukan ada pada mereka atau teman-teman yang lain. Tetapi masalahnya ada pada saya sendiri.

2 Comments to Nurani 2006 : Spice boys infected

Anonymous
12:23 PM

tau g motto liverpool? 'you'll never walk alone'
dan asik jg salah satu tagline hp-nya sony: 'i luv the rain' g nyambung? nyambung2in aja(^^)

iqko... Baca postingan-muh, jadi kangen ka sama KOSMIK! jadi ingat juga Bina Akrab 2004 yang bikin saya "berdarah-darah" ituuuw... hik..hik..
Maapkan daku kalo waktu itu semuanya merasa "terjajah". Momi diapa dek, semua dibenarkan atas nama ideologi Kosmik..

Spice boy? adduh, temen2mu itu memang mahluk ajaib yang pernah saya kenal. Lucu-Culun-Aneh... Salam saya buat mereka. From the strongest girl in Kosmik (julukan si Ancu buat saya! Karna setiap hari saya selalu menggantung seekor sapi di tas!!) to all of you..

Chao...