Nurani 2006 : show time

Sore menjelang, kami tiba di malino hampir magrib. Suasananya sendiri sudah dihapal, maklum nurani tahun lalu pun disini. Jadi kami sudah lumayan akrab dengan suasana tempat yang akan digunakan untuk menginap. Setelah merapikan barang, dan memilih kamar, saya lalu mencoba untuk beristirahat sedikit. Karena suasana yang memang dingin, karena malino terletak di kawasan puncak pegunungan, membuat kita ingin tidur terus! Tetapi, janganlah. Gila aja, kalau tidur sore, entar malam jadinya melek lagi! Jadi sementara menunggu makan malam yang sementara dipersiapkan oleh para maba, saya pun bercerita dengan teman-teman yang lain. Suasana di aula pun sudah demikian ramai. Inilah ruang utama dimana keseluruhan acara akan dilakukan. Setelah makan malam dilakukan, pembukaan kemudian dilakukan dengan pembacaan sambutan dari ketua panitia, ketua korps dan dari bakar (bapak kahar) yang membuka acara nurani secara resmi.
Malam persembahan. Karena peraturan dari universitas tahun ini yang mengatakan bahwa tahun ini sudah tidak ada lagi ospek untuk menghapus kekerasan di kalangan mahasiswa baru, maka kami dari jajaran pengurus setuju untuk tidak melakukan jurit malam. Karena peraturan ini sangat ketat dan sudah banyak terbukti. Apabila terjadi kekerasan dan tindak tidak menyenangkan kepada maba, maka langsung di skors! Bukannya semangat perjuangan hilang, tapi menurut hemat saya, janganlah bermain dengan api. Kampus dan himpunan bukan satu-satunya dunia. Jangan sampai skorsing menjadi penghambat dalam menyelesaikan studi. Jadi untuk malam pertama ini langsung diisi persembahan dari mahasiswa baru.
Gila, ancur, dan seru bisa dijadikan kata untuk menggambarkan aksi mereka. Persembahan dimulai dari dance lampu senter. Lampu dimatikan, dan berbekal musik ajub-ajub yang keren benget, mereka pun beraksi. Melakukan berbagai formasi dengan memanfaatkan lampu senter yang terrefleksi ke tirai yang mereka telah pasang sebelumnya dilangit-langit (padahal kami semua sempat berpikir, untuk apa tirai itu? Sibukmu!) dan hasilnya, keren! Teriakan demi teriakan menghiasi saat mereka melakukan formasi dan pada saat mereka membentuk kata nurani. Tobz abis!!!
Setelah itu acara berlanjut dengan paduan suara, akustik puisi, dan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para maba. Suasana menjadi riuh kembali pada saat pom-pom boys versi 2006 beraksi. Hahahahaha!!! Binal! Itulah kata yang bisa mendeskripsikan mereka. Gerakan erotis dan lucu-lucu menjadi penyegar suasana. Apalagi ada beberapa maba cowok yang sangat menikmati gerakannya (tunggu aja giliran kamu untuk dijual ke tante girang, hehehehe!!!). seru! Karena saya tidak menyangka mereka pede untuk melakukan gerakan itu. Tetapi inilah malam persembahan. Pede aja lagi. Toh itu untuk kesenangan saja. Biasanya sebagai acara yang paling ditunggu dalam acara persembahan ini ialah, parodi. Dan parodi diharapkan bisa membawa sesuatu yang lebih lucu. Tetapi sayang, feel dari parody 2006 ini rusak! Sound system yang payah, artikulasi dari parody yang tidak jelas (apa omong!) sampai acting yang tidak meyakinkan menjadi kombinasi yang sangat buruk. Apa sebabnya? Saya tidak mengerti jalan parody mereka sampai setengah jalan. Karena memang sangat tidak jelas. Senior pun banyak yang protes, sampai para maba menghentikannya. Mereka akan berusaha memperbaikinya, jadi mungkin akan ditampilkan pada keesokan harinya. Senior kecewa, maba gembira? Entahlah, sebab saya kecewa tidak bisa menyaksikan aksi mereka. Acara dilanjutkan dengan konser yang dilakukan oleh kak Norman dan uchi yang menyanyikan beberapa lagi. Saya bosan dan mengantuk. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu malam. Waktunya tidur.
Keesokan harinya setelah sarapan, wisata biro dimulai. Setelah melakukan koordinasi dengan taro dan takeshi (a.k.a arkon) mengenai konsep wisata biro kali ini. saya sebagai kepala biro penyiaran sudah mempersiapkan konsep tersendiri dan sudah memilih lokasi di panggung utama. Sebagai koordinasi terakhir, saya pun mengumpulkan para maba yang telah memilih biro penyiaran sebagai biro utama mereka dan membagi tugas diantara mereka. Karena konsep wisata biro tahun ini bisa dikatakan berubah. Kalau dulunya kepala biro yang akan stay di satu tempat dan dikunjungi oleh para maba lalu menjelaskan bironya, maka tahun ini para maba lah yang akan melakukan presentasi. Karena sejak dari mereka masuk, telah diadakan pemilihan biro dan telah ada pertemuan setiap minggunya di antara para biro untuk menyelesaikan dan membahas isu-isu seputar bironya. Karena saya biro penyiaran, yah, kami membuat radio dong!! Dan setelah semuanya selesai, wisata biro pun dimulai. Geng pengacau dari angkatan 2002 sudah mulai braksi. Mereka sebagai tim penilai, tim pencela dan tim senang-senang mengunjungi tiap biro. Hahahahahahaha! Suasana sudah mulai seru. Biro baruga menyiapkan satu majalah dinding, csc berkonsep pemikiran dan pameran buku, periklanan membuat iklan dan promosi, biro public relations membuat satu contoh konferensi pers dengan membuat satu studi kasus, penyiaran mengudara lewat kosmik fm, gradient menyiapkan beberapa desain grafis yang telah dibuat oleh beberapa anggotanya serta artwork yang diambil di internet, kine menyediakan tontonan film-film Indonesia, fotografi ada pameran fotonya, biro green communication club membuat suatu konsep dimana kembali ke alam merupakan tema mereka tahun ini. semua senang, semua tertawa. Karena mahasiswa baru telah melakukan tugasnya dengan baik, dan mereka juga sadar, sebenarnya dimana sih bakat mereka. Inilah akhir dari wisata biro. Gerimis datang dan semuanya kembali berkumpul di aula utama. Wisata biro berakhir sudah.

0 Comments to Nurani 2006 : show time