Emang udah begitu mestinya!!!

Setelah hari minggu lalu saya melakukan percakapan yang sejenis lumayan berat dengan alfie.Kemarin dulu saya terlibat dan terjebak lagi percakapan yang sama dengan weda. Semuanya berputar dan berkisar pada hal yang sama, apa planning kuh untuk satu tahun kedepan?
Saya akui, saya sekarang ini bener-bener freaking out. Secara ni semester udah setengah periode terjalani. Itu berarti skarang udah masuk minggu mid semester, sudah itu menghitung hari, eh final deh.
Ketakutan terbesarku adalah... sampai saat ini saya belum mempunyai bayangan akan apa yang mestinya saya lakukan dalam beberapa waktu yang akan datang. Jangka pendek dan jangka panjang. Kemarin saya udah berleha-leha dan terlena, karena emang apa yang saya jalani sekarang merupakan apa yang udah saya prepare satu setengah tahun yang lalu, sampai ke titik ini. Dan disinilah saya sekarang, jalanku tinggal belok ke pojokan-yang-entah-berakhir-di-mana.
Emang udah beberapa rencana yang akan saya lakukan. Untuk magang di semester 8 saja saya masih agak-agak blank. Apakah sekarang saya sudah bisa memasukkan prgram youth camp dalam magangku? Ataukah saya masih mencari tempat bernaung lain? Mengenai kerjaan juga, apakah nanti saya akan berani untuk melangkah dan go public? Arrghhhhhh! Semuanya masih blank! Masih serba tidak jelas mengenai apa yang akan terjadi. Dan yang paling membebaniku adalah, kemana saya akan berjalan ketika selesai magang? Itu berarti saya sudah menyusun skripsi dan sudah siap menyandang gelar pengangguran yang tergabung dalam ikatan sarjana mudah-yang-tidak-mempunyai-masa-depan-yang-jelas.
Kemarin saya sudah berkata sama weda, yang saya pikirkan skarang bukan magang ato skripsi, justru yang saya pikirkan adalah kemana saya setelah selesai kuliah. Alur berpikir saya terlalu cepat? Emang begitu mestinya!!! Sekarang teman-temanku ajah baru mengurus surat buat magang di instansi-instansi tapi yang saya pikirkan dimana saya akan berkerja? Karena saya emang sudah niat untuk keluar dari Makassar setelah semua huru-hara ini berlalu. Mencoba berpijak pada kakiku sendiri, mencoba bernapas dengan tidak ada rasa sesak lagi didada. Karena sedikit banyak memang begitulah mekanisme otakku. Sudah sejak lama keadaan otak dipaksa untuk berpikir bukan hanya satu langkah tetapi 3 langkah kedepan. Karena saya akui, saya tidak bisa membayangkan hidupku tanpa gambaran yang jelas mengenai apa yang saya lakukan di hari esok. Perfeksionis? Bukan, saya hanya menyebutnya saya tidak ingin berjalan tanpa kehilangan arah. Karena bukankah semua juga memerlukan tujuan?
Saya kemudian menjadi ingat akan sebauh quote yang berkata, biarlah semua mengalir-let it flow. Saya juga berpendapat yang sama, tapi saya akan membiarkannya mengalir ketika saya sudah tahu aliran mana yang dia lalui. Supaya saya bisa mengetahui ujungnya dan sedikit banyak mengetahui apa yang akan dilaluinya. Kalo gak tau, bagaimana kalo ujungnya jurang? Mampus! Syukur kalo emang punya kesiapan buat menghadapinya, kalo enggak?
Waduh tambah ribet nih bahasanya, yang pastinya sekarang kayaknya saya mesti mengatur skala waktu lagi untuk tahun 2008 (karena ancang-ancang sarjana di bulan 9, what??!!!), kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... untuk memastikan semuanya berjalan dengan sebagaimana mestinya. Ada yang bisa membantu saya untuk mendefrag otak agar semuanya bisa diatur kembali? Tolong!

2 Comments to Emang udah begitu mestinya!!!

maJu terus, BUng!
(bukan sekadar semangat, tapi lebih dari itu)

Asta Qauliyah
11:00 AM

Semangat ki boss. Insya Allah, Tuhan selalu memberi petunjuk untuk orang2 yang mau bersabar dan berusaha..