track review



maafkan saya, niat untuk menghadirkan track review setiap minggu belum bisa terlaksana. Mudah-mudahan dikedepannya, track review ini bisa hadir setiap minggu. Silahkan…

artist : Avril Lavigne
title : Girlfriend
album : The Best Damn Thing


so damn frustated! maaf cuma asli saya kecewa bangetttttttt dengan track satu ini. diantara semua pujian yang masuk, apakah hanya saya yang mencelanya? karena terus terang saja, avril tidak "naik kelas" dengan singel cetek ini. saya teriritasi berat dengan track ini. kok rasanya balik lagi dari ke album Let Go miliknya. seolah-olah kita ingin ditarik kembali ke masa kita bisa menikmati having fun dalam hidup ini. secara lirik, track ini jelas kalah dengan kekuatan dari "My Happy Ending", "Fall To Pieces", bahkan dibandingkan "I'm With You" saja tidak bisa. okelah dari segi musik, beat yang lumayan catchy dan enak buat dipake goyang mungkin jadi salah satu bagian yang membuat track ini langsung nancap di otak. plus lirik yang cemen langsung membuat orang bisa sing-a-long dengan "Girlfriend" ini. secara komersil track ini berhasil (rasanya memang ini yang diharapkan yah :P). lihat saja request an di radio lokal, track ini jadi playlist wajib, plus dia sudah menduduki di beberapa chart pencari lirik, sebagai lirik yang paling banyak di download. tetapi tetap saja, sebagai seorang yang sudah addict dengan Avril Ramone Lavigne saya kecewa. mudah-mudahan ada track lain yang bisa menutupi track ini dalam album The Best Damn Thing Ini. Semoga.

artist : Within Temptation feat Keith Caputo
title : What Have You've Done
album : The Heart of Everything


dengan mengambil keith caputo sebagai teman untuk diajak featuring, jadilah track ini menjadi bagian kedua dari "Bring Me To Life". bahkan dengan teriakan di awal track pun sudah langsung bisa mengingat kalau lagu ini mirip dengan lagu milik Evanesence itu. sebegitu kuatnya kah image yang sudah terbangun? okeh FYI Within Temptation ini sendiri salah satu produk di Eropa sana. jadi wajar aja kalau misalnya musik "cadas" mereka itu memang lumayan terdengar beda. menjiplak? bisa jadi kesan yang ditimbulkan track ini. tapi asli sumpah, lagu ini berasa membuat kita ingin teriak bersama vokalis dari Within Temptation ini (tapi sayang yang menjadi visualisasi tetaplah Amy Lee). butuh lagu untuk dijadikan soundtrack kamu untuk meneriaki seseorang karena meminta dia bertanggung jawab (dan kemudian tanyalah dia, “would you mind if I kill you?”) cari track ini!

artist : Monrose
title : Even Heaven Cries
album : Temptation


salah satu lagu yang berjenis self help lagi. yakz, bukan hanya buku saja yang bisa dijadikan bahan self help, alias membantu disaat kamu sudah berada dalam taraf hopeless banget. dengan beat yang cenderung bermain di daerah middle (ataukah dengan kata lain so-poppish) track ini langsung bisa masuk ke dalam otak dan memberi suntikan semangat baru. tapi kok saya lebih suka dengan versi live mereka yah? soalnya memang vokal dari cewek-cewek Monrose ini begitu kuat, jadi dengan track yang secara resmi dirilis vokal mereka kedengarannya menjadi serupa. "Even Heaven Cries" ini sendiri dijadikan track yang bersaing dengan "Shame" yang juga dicap senjata mereka untuk album Temptation ini. dari Eropa lagi? tentu saja, karena saya juga sebenarnya sudah jenuh dengan musik dari Amerika. Jadi kalo kamu tipikal orang yang sering berkelahi dengan dirimu sendiri, mengenai apakah yang kamu perbuat itu benar atau salah dan selalu takut dengan ketakutanmu sendiri. Dengarkan track ini, sambil membayangkan bahkan surga pun bisa juga menangis.

artist : Finger Eleven
title : Paralyzer
album : Them Vs You Vs Me


satu yang paling saya ingat dari Finger Eleven hanyalah track “One Thing” yang slow mellow banget. Maklum lah, track ini yang menjadi airplay saya tahun 2003 yang lalu. Tetapi saya sangat shock mendengar track andalan band ini. Dengarkan suara bridge dan refrain bagian terakhir dimana vokal dari frontman Finger Eleven lebih jelas dibandingkan musiknya, wuih canggih!!! Kita bisa membayangkan untuk ikut serta dalam otak mesum (ataukah desperate?) yang terwakili melalui “I hold out for one more drink/Before I think/I’m looking too desperately”. Yeah, terkadang memang sangat menyakitkan teman, ketika kita melihat suatu sosok yang sudah ada di depan mata, tapi sama sekali gak bisa disentuh. Sakit!

artist : Sheryl Crow
title : Try Not To Remember
album : Ost. Home Of The Brave


rasanya seorang Sheryl crow tidak usahlah dipertanyakan lagi tentang bagaimana mengapresiasi sebuah karya. Terus terang, saya merinding ketika mendengar lagu ini untuk pertama kali. Walaupun belum pernah menonton filmnya, saya dapat membayangkan bagaimana perasaan para tentara yang berusaha untuk tidak mengingat lagi apa yang terjadi di masa lalu. Dengan musik yang jelas ketika bagian refrain masuk, justru semakin memperjelas apa yang ingin digambarkan kepada kita. Dengarkan lagu ini sambil memeluk lututmu ditengah lapangan ketika kau sedang ingin melupakan sesuatu. Belajarlah untuk menyimpannya, sebagai bagian kenangan yang dikemudian hari akan terbuka secara tidak sengaja.

artist : Big Brovas
title : Big Bro Thang
album : Re-Entry


pertama dengar track ini, bayangkan suara Lena (from Tatu) menyanyikannya dan kemudian dia menyadari bahwa ternyata dia bukan lesbian karena ada suara cowok yang masuk dan mengambil alih intro dari track ini (agak gak nyambung yah?). hip-hop? Bukan, lagu rock? Gak kayak begini instrumennya. Kalo misalnya jeli mendengar bahkan ada suara biola pula yang menjadi latar dari musik yang ditawarkan grup ini. Pokoknya beda dengan tipikal lagu hip-hop lainnya deh. Kalo memang kamu sudah jenuh dengan lagu ajub-ajub dari dataran amerika (lagi) saatnya track ini bisa dijadikan pembanding. Bahwa ternyata memang hip hop juga bisa memasukkan unsure-unsur seperti rock misalnya. Jadi nikmati sajalah!

artist : Brooke Fraser
title : Saving The World
album : What To Do With The Daylight


Hohohohoho, inilah track jagoan saya. Skala 1 sampe 10, ni track dapat 9! Kemungkinan besar menjadi long life playlist, bisa banget. Karena dari segi lirik dan musik, begh. Nendang banget! Mungkin kalo pertama kali dengar, seperti track-track mainstream lainnya. So pop! Tetapi lagu ini bisa menjadi bahan pelajaran bahwa memang selama ini janganlah melihat semuanya dari benar atau salah saja. Ada area ditengahnya dimana saya adalah salah satu makhuk penghuni daerah abu-abu itu :D. segi vokal, Brooke Fraser ini bisa dijadikan jagoan karena memang tipikal yang gampang dikenali. Tapi kenapa setelah album ketiga saya baru mengetahuinya yah? Well, kalau memang kamu sudah jenuh dengan keadaan dunia dan berniat untuk menyelamatkannya, rubahlah! Kalo memang misalnya butuh sidekick, just call me okeh! Siberuang :D

artist : Emilia
title : Var Minut/Each Minute
album : Little Words From Heart


jangan Tanya saya apa artinya. Saya pun tidak mengetahuinya, kecuali mungkin artinya kita harus menghargai setiap menit yang terus berjalan :D (* sok bijak Mode ON). Tapi inilah owner dari “Big-Big Girl” yang sudah semakin mematangkan vokalnya dan bahwa sebenarnya kita masih bisa menikmati suaranya tanpa harus menunggu setiap acara “Evergreen” yang akan memutarkan lagu-lagu lawas. Kenapa dirilis dengan bahasa swedia? Tanya kenapa? Tapi yang jelas dari segi musik, mid mellow dengan suara vokal ketika Emilia menyanyikan bagian reffrainnya menjadi sangat menarik. Mudah-mudahan track ini bisa dirilis dalam bahasa inggris supaya kita bisa menjadikannya teman ketika sedang berdiri di depan jendela dan melihat dunia yang terus berputar dengan satu pertanyaan besar. “bagaimana jalannya dunia ini tanpa saya atau kamu di dalamnya?”

artist : Joss Stone
title : Tell Me About It
album : Introducing Joss Stone


tidak kenal dengan Joss Stone? coba cek kembali apakah kamu tinggal di bumi atau tidak. soalnya suara cewek ini asli dahsyat abis! dengan suara soulnya bisa membuat kamu langsung jatuh cinta. setelah melepas "Fall In Love With a Boy" yang membuatnya mendapatkan banyak pengakuan dari dunia, termasuk menembus pasar Amerika, Joss Stone menawarkan "Tell Me About It". dengan suara yang mengintroduce Joss Stone di awal track ini, plus intro yang beda, langsung mendapat respon posistif. apalagi dengan tarikan suara yang enak banget pas bagian reffrain, Joss Stone is so sexy! sampling permainan terompet dan choir yang menemaninya selama track ini, membuat suasana Soulnya begitu terasa. jadi kalau memang ada perasaan kamu yang sudah tersimpan lama banget, just tell it honey! jangan sampai kamu merasa menjadi pecundang di hadapan si dia. tapi, hey! kemana sisa tracknya? hanya 2 menit 50 detik? ah, sayang sekali...

artist : Rob Thomas
title : Little Wonders
album : (Ost. Meet The Robinsons)


let it in/let your clarity define you/in the end/we will only just remember how it feels. That’s it. Hanya itu yang ingin saya bagi dengan kalian mengenai track yang satu ini. Ditambah dengan vokal Rob Thomas sendiri yang bisa menyuarakan maksud dari track ini. Tidak usah saya jelaskan lagi. Cari!!!!

Unduh Lagunya disini (tau kan caranya?)

1 Comment to track review

wah rob thomas! saya harus dapaatt!! :D