[...]

telah 21 tahun aku berpijak
pada tanah ini
menghirup udara yang terbang bebas
berkhayal dengan susunan awan
menghilangkan gundah dengan dentuman sang petir
tapi belum ada yang mampu menyamai
kelegaan yang kau berikan
tatkala aku berkeluh kesah
tatkala dunia menjadi terlalu bising bagiku
tetapi kau mampu mendamaikannya
gurat wajahmu yang semakin menua
betapa banyak lukisan yang terpancar disana
betapa banyak pengorbanan, dan kasih sayang
tanganmu yang sekarang bertambah renta
masih kurasakan sangat lembut
ketika wajah ini kau usap
dan membuatku merasa berarti
21 tahun aku hidup
rasanya belum ada yang bisa aku berikan
kau yang selalu berjuang
agar kita semua tidak terpisah
mudah-mudahan aku bukan anak yang durhaka
yang tidak mampu mengingat segala air matamu
aku hanya bisa berdoa
semoga kita bisa bersama
sampai aku bisa membalas semua kasih sayangmu
maaf jika aku punya dosa
kaulah yang selalu memaafkan

selamat hari ibu
untuk ibuku, kurnia