Track Review : Jesse McCartney - Body Language

Artist : Jesse McCartney
Title : Body Language
Album : Departure - Recharged


Biasanya alasan yang dikeluarkan oleh seorang artis ketika merepackaged sebuah album adalah untuk menaikkan penjualannya. Kasus ini sudah banyak sekali terjadi. Apa yang terjadi dengan Album Departure milik Jesse McCartney? Banyak yang mengatakan albumnya tidak sebagus “Right Here You To Want Me” yang dirilis tahun 2006. salah satu alasannya adalah album ini terdengar monoton, kecuali track “Leavin” yang dirilis sebagai single perdana dari album Departure. Walaupun track “Bleeding Love” yang ditulisnya untuk Leona Lewis dirilis sebagai bonus track di beberapa negara, tetap tidak bisa mendongkrak penjualan album ini.

Kegiatan Jesse McCartney di tahun 2009 bisa dikatakan cukup sibuk. Wajahnya bisa dilihat melalui televisi dalam serial “Greek” yang diluncurkan oleh stasiun televisi ABC. Serial yang berkisah mengenai kehidupan mahasiswa di Amerika ini, Jesse berperan sebagai Andy. Dia bermain dengan actor Scott Michael Foster. Selain di serial “Greek”, Jesse juga ikut dalam pembuatan sebuah drama yang diproduksi oleh Warner Bros yang berjudul “Summerland”

Nah, apa yang ditawarkan dalam album Departure:Recharged ini? Ada 4 track tambahan Body Language (ditulis sendiri oleh Jesse McCartney), In My Veins (Jesse McCartney & The Movement), Oxygen (Eric Hudson for Just E. Production Group), Crash and Burn (Brian Kennedy for Team BK) termasuk track “How Do You Sleep” yang di remix oleh Sean Garret plus menampilkan pula sang pemenang Grammy Awards, Ludacrics. Track ini dikatakan bisa menjadi jaminan orang akan membeli (lagi) album ini, karena sentuhan yang baru dari Ludacrics. Jesse sendiri ketika ditanya mengenai kesan bekerja sama dengan Ludacrics, hanya bisa berkata,

“I've been a fan of Luda's throughout his career, and working with him was an amazing honor. He's innovative across the board and always brings the freshest lyrics to any track."

Album Departure:Recharged akan dirilis tanggal 7 april 2009 dan akan menampilkan track “Body Language” sebagai track andalan. Mendengarkan track ini seakan-akan mendengarkan episode lain dari track “Leavin”. Maksudnya, beat yang ditawarkan sama. Playful. Ini bisa menjadi resep andalan sebenarnya, karena membuat track-tracknya menjadi earfriendly. Walaupun kita akan kehilangan nuansa pop dari track “Best Day Of My Life” ataupun “Beautiful Soul”. Penempatan bahasa Prancis dan Bahasa Jepang dalam track ini seakan mempertegas bahwa terkadang “body language” bisa menjadi penanda lebih tegas daripada bahasa verbal. Dengan adanya “konichiwa” dan “Parlez vous francais?” membuat track ini menjadi lebih terdengar lucu. Hanya perlu mendengarkan satu kali sampai kata-kata “body language” terngiang-ngiang di kepala.

Jesse McCartney : Body Language
Ooo, that body's like music to my ear
Ooo, that body's like music to my ear
Ooo, that body's like music to my ear
'Cause what you want is right here

Oh she, oh she so international
The way, the way she get it on the floor
I'm tryin', I'm tryin' to holler at you
I want to get to know you better

Parlez vous francais?
Konichiwa
Come and move in my way
Hey, little chica from Guadeloupe
That thing you got behind you is amazing

Now, I don't speak Spanish, Japanese or French
But the way that body's talkin' definitely makes sense
It's her, her body, her body, her body language
It's her, her body, her body, her body language
The way she moves around
When she grinds to the beat
Breaking it down articulately
It's her, her body, her body, her body language
It's her, her body, her body, her body

That make me want to say hey...('ey!)
Hey...('ey!)
Hey...('ey!)
It's her, her body, her body, her body language
C'mon

Shorty, let me whisper in your ear
Tell you everything you wanna hear
You got my vote: Hottest Girl of the Year
Let's have a celebration, baby

Parlez vous francais?
Konichiwa
Come and move in my way
Hey, little chica from Guadeloupe
That thing you got behind you is amazing

Now, I don't speak Spanish, Japanese or French
But the way that body's talkin' definitely makes sense
It's her, her body, her body, her body language
It's her, her body, her body, her body language
The way she moves around
When she grinds to the beat
Breaking it down articulately
It's her, her body, her body, her body language
It's her, her body, her body, her body

That make me want to say hey...('ey!)
Hey...('ey!)
Hey...('ey!)
It's her, her body, her body, her body language
C'mon

I'm lifting up my voice to say
You're the hottest girl in the world today
The way you shake
You got me losing my mind
You're banging like a speakerbox
Turn around; the party stops
Universal lady, let me take you away

Now, I don't speak Spanish, Japanese or French
But the way that body's talkin' definitely makes sense now
It's her, her body, her body, her body language
It's her, her body, her body, her body language
It's the way she moves around
When she grinds to the beat
Breaking it down articulately
It's her, her body, her body, her body language
It's her, her body, her body, her body

You make me want to say hey...('ey!)
Hey...('ey!)
Hey...('ey!)
It's her, her body, body, body language
C'mon

Ooo, that body's like music to my ear
Ooo, that body's like music to my ear
Ooo, that body's like music to my ear
'Cause what you want is right here

Sekarang pertanyaannya, ditambahkan kombinasi Sean Garret plus Ludacrics mampukah membuat Departure:Recharged menjadi lebih baik di industri musik?

ID Ringtone : Adhitia Sofyan, Jason Mraz, Keshia Cole, Rihanna, Rooney

ID Ringtone adalah feature yang saya luncurkan mengingat banyak sekali ringtone handphone yang telah saya buat. Walaupun pada akhirnya banyak yang tidak terpakai, silahkan download ringtone berikut. Adapun lagu-lagunya masih bersifat personal, tapi kalau anda ingin request akan diusahakan. Ini adalah materi promosi semata, tolong beli album original untuk mensupport para artis.

1. Adhitia Sofyan – Adelaide Sky
Ini adalah soundtrack film kambing jantan milik Raditya Dika. I love this song! Suasana kota Adelaide tergambar jelas dengan suara Adhitia Sofyan. Walaupun lagu ini sempat leak duluan sebelum album soundtracknya dirilis, Raditya Dika Cuma bisa bilang, silahkan mendownload tapi tetap nonton filmnya yah! Wakaka.
Download Adhitia Sofyan - Adelaide Sky Ringtone

2. Jason Mraz – Make It Mine
Mraz is back! Setelah mengharubirukan dengan I’m Yours, ini adalah single kedua dari album We Sing…, apa yang membuat lagu ini menarik? Dengarkan saja lirik positif dan suara terompet yang menjadi musiknya. Dijamin membuat hari kamu menjadi lebih semangat.
Download Jason Mraz - Make It Mine Ringtone

3. Keshia Cole – Love
This is such a guilty pleasure sebenarnya. Bagaimana saya bisa begitu menghayati lagu dari Keshia Cole sewaktu dirilis tahun 2004 yang lalu. Sempat menjawarai chart beberapa radio di Makassar, ini adalah breakthrough single dari Keshia Cole. Sekarang namanya bisa di sejajarkan dengan Ciara, Kat Deluna, sebagai artis berbakat di masa depan.
Download Keshia Cole - Love Ringtone


4. Rihanna – Hate That I Love You
Hmm, ini lagu ada Ne Yo nya. Ini lagu sangat romantis. Ini lagu yang menjadi soundtrack ”comeback” saya di Sonata pada bulan Oktober 2007 kemarin. Walopun hanya bertahan selama 3 bulan lagi. Album ”Good Girl Gone Bad” menjadikan Rihanna the-next-outstanding-girl di dunia musik.
Download Rihanna - Hate That I Love You Ringtone


5. Rooney – When Your Heart Go Missing
Lagu ini tidak sengaja teringat kembali ketika saya menonton Gossip Girl. Rooney! Band yang beraliran alternatif dari Eropa. Single pertama mereka ”I’m Shakin” cukup menarik minat penikmat musik di Eropa dan ini diambil dari album mereka yang dirilis tahun 2007 yang lalu.
Download Rooney - When Did Your Heart Go Missing Ringtone

Dahsyat yang semakin ‘dahsyat’

Apa yang menyebabkan Olga dapat Panasonic award?

Apa yang menyebabkan Luna Maya menjadi sosok yang berbeda dari image yang selama ini slalu jaim?

Apa yang menyebabkan industri musik indonesia bergairah lagi?

Apa yang menyebabkan radio yang memutarkan lagu indonesia menjadi semakin berjaya?

Jawabannnya hanya satu. Dahsyat! Ya, dari sekian banyak acara yang serupa dan sejenis, hanya Dahsyat yang mampu membawa pengaruh ke dalam acara televisi yang wajib ditonton pukul 10 pagi sampai pukul 12 siang. Belum termasuk jadwal weekend yang jam tayangnya juga bertambah. Di sekolah, di tempat les, di salon, di rumah, semuanya mempertontonkan keahlian Luna Maya, Raffi Ahmad, Olga Syahputra dalam memandu acara musik ini. Saya masih ingat dengan jelas beberapa tahun lalu ketika Luna Maya membawakan acara MTV AMPUH. Gosh! She’s like a zombie! Bicara datar, tidak ada artikulasi, pengucapan artis dan judul lagu yang salah, cuman mengandalkan wajah cantiknya doang. Tetapi sekarang bisa saya katakan dia sudah jauh berbeda. Suasana yang ditawarkan oleh ketiga orang gila ini mampu membawa suasana pagi yang berbeda pula. Ditemani dengan artis artis yang menyanyikan lagu mereka, acara ini menjadi sangat pas sebagai teman bekerja di kantor, menunggu daftar antrian di puskesmas, sampai teman beres-beres rumah.

Menilik perjalanan acara serupa di televisi Indonesia, RCTI memang piawai membuat satu konsep yang utuh. Artinya pertama kita tonton, selalu ada perbaikan dan variasi dalam acaranya. Sehingga penonton tidak akan bosan. Masih ingat DELTA? Deretan Lagu Terbaik? Tayang setiap sabtu pukul 09.30 sampai 10.30. saya masih ingat dengan jelas. Dengan suara talent yang membawakan pengantar ke setiap lagu (sekarang diadopsi oleh acara serupa di Trans TV) menjadikan Delta salah satu barometer musik Indonesia dan mancanegara. Ada pula VMI atau Video Musik Indonesia dengan Dian Nitami sebagai host. Perjalanan musik Indoensia bisa terkover dengan jelas lewat acara ini. Ada pula Zimfoni di SCTV yang mempopulerkan nama Dewi Rezer sebagai salah satu host acara musik terkenal.

Ada apa dengan MTV? Mengapa posisinya bisa bergeser? Inilah yang dinamakan industri. Siapa yang mampu menawarkan produk yang lebih bagus, dengan kualitas terjamin tentu saja akan lebih diminati. Saya pun bisa berkata, MTV Indonesia sudah mati. Walaupun VJ Hunt tetap mereka lakukan setiap tahun, ini akhirnya menjadi suatu pencarian sia-sia. Karena yang dibutuhkan adalah konsep yang jelas. Konsep yang utuh. Kemudian didukung oleh talent atau host yang bisa menjabarkan konsep tersebut secara benar. Sekarang? MTV Insomnia? Siapa yang mau nonton jam segitu? Kecuali mereka yang begadang tentu saja, tapi siapa yang mau memutarkan lagu dengan volume keras di jam 3 pagi? Mau ditimpuk sama tetangga? Ada MTV Ampuh. Ajang Musik Pribumi Sepuluh. Yang berubah menjadi Dua Puluh. Sehingga menjadi Empat Puluh. Berubah menjadi Stairways. Dengan konsep yang sama, artis plus chart, tapi kenapa mereka tidak bisa menyaingi Dahsyat?

Satu jawaban saya, ”sekarang bukan generasi MTV. Mereka adalah generasi Miss Hacker. Yang membutuhkan acara menghibur ketimbang gaya”

Sebenarnya kita patut menyebutkan INBOX sebagai pionir dalam ”memasyaratkan” tayang musik seperti ini. Tapi seorang penonton pun tidak bisa dibohongi. Inilah acara lipsync terbesar yang pernah ada. Ada acara yang jreng, jreng gak jelas dan hanya menampilkan penyanyi yang ”seolah-olah” bernyanyi. Hanya ada beberapa orang yang sukses memaksa pihak INBOX untuk tidak memaksa mereka lipsync. Slank, Samsons, Padi menjadi contohnya. Ini seakan akan menunjukkan indikator juga. Sebenarnya sampai mana skilll band baru sehingga mereka tidak pede menunjukkan suara asli mereka? Ataukah memang ini syarat yang harus dilakukan supaya bisa tampil di INBOX?
Okelah, rasanya sangat tidak fair ketika saya berbicara panjang lebar seperti ini. Dahsyat syutingnya di studio, sedangkan Inbox di outdoor. Dari faktor maintenance yang paling meribetkan saya kira. Harus membongkar set panggung dan set audio setiap hari pastinya akan membuat bujet produksi semakin membengkak. Kenapa tidak dibuat dalam studio saja? Maaf jangan tanya saya, bukan saya yang jadi produsernya!

Acara musik (indonesia) ini membawa dampak juga pada radio. Di Makassar bersyukurlah mereka yang lebih banyak memutarkan lagu Indonesia. Saya tahu beberapa teman akan tertawa pada saya. Saya yang pede mengatakan,

”maaf saya tidak mendengarkan lagu indonesia”

Sekarang depan, belakang, kanan, kiri digempur oleh band band dan lagu lagu yang seakan menikmati panen fenomena ini. Entah apa mereka bisa bertahan sampai membuat album kedua ataukah hanya menjadi one hit wonder semata. Saya dan teman-teman di http://creativedisc.com malah menjadi orang termaginalkan dengan tetap menikmati musik mancanegara sebagai kiblat kami (Welly, percayalah kami akan tetap setia!). Hahaha!

Pada akhirnya apa yang ditawarkan industri memang berulang kembali. Bukti budaya latah dalam media kita masih terus berjalan. Sukses yang didapatkan acara musik kemudian diikuti oleh stasiun televisi lain. Sekarang yang menjadi ”alat perang” adalah konsep yang ditawarkan, siapa yang paling bagus tentu itulah yang akan dipilih. Mari kita lihat sampai sejauh mana perjalanan Dahsyat yang semakin mendahsyat.

Place To Go : Warung Mas Gentho


Nama : Warung Mas Gentho
Alamat : Jl. Sunu, belokan fakultas teknik kampus Unhas Baraya,
Makassar
The a list : Capcay Goreng, Kwetiau Goreng


Saya mendapatkan tempat ini secara tidak sengaja. Sewaktu kuliah kami diberi titah oleh dosen Komunikasi Massa untuk mencari buku dan meresensi buku tersebut. Yang jadi masalah, buku itu hanya beberapa eksemplar di Makassar! Sudah beberapa toko buku yang saya kunjungi, dan yang jadi alasan tetap sama. Buku dan penerbitnya tidak terkenal. Saya curiga apakah dosen saya bekerja sama dengan penerbit tersebut untuk menaikkan oplah penjualannya?
*gosip lagi! Haha!

Nah, setelah lelah berkeliling Makassar mencari toko buku, lapar otomatis menjadi masalah kami. Dimana mau cari makanan enak, murah, sesuai dengan kantong mahasiswa (yang kadang lebih banyak kurangnya daripada lebihnya!). untung saat itu kami bersama Bunda. Dia menguasai jadag jalan Sunu dan sekitarnya. Dia menyarankan kami makan di Warung Mas Gentho yang ada di jalan Sunu.

Pertama masuk, rasa skeptis mulai muncul. Emang ni warung enak yah? Secara dari tampak luar agak mencurigakan gitu. Tapi ya sudahlah, emang dasarnya lapar main pesan aja dulu. Enak gak enak itu urusan belakangan. Yang lain pesan bakso, nasi goreng, dan mie goreng. Saya sendiri cenderung mau mencoba capcay goreng (waktu itu masih dalam rangka diet, jadi perbanyak makan sayuran ajah :P). Berhubung pesanan saya yang paling ribet, saya yang terakhir dilayani. Bakso datang, nasi goreng datang, mie gorengnya teman saya juga datang. Saya?

”woi mas, pesanan saya besok yah baru selesainya?”


*peringatan pertama, kelaparan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan

Hmm, perjuangan saya tidak sia-sia! Capcay goreng yang lezat siap disantap. Cek kondisi, sayurannya ada wortel, kembang kol, sawi putih, plus bakso, ayam dan hati ayam (untung tidak pake kentang seperti di Capcay kampus!). wah, ternyata porsinya banyak! Buset, ni warung apa tidak rugi gitu yah? Ada bakso, ayam, jeroannya, dan semuanya itu hanya seharga 7000 rupiah? Makan capcay di kampus aja, capcaynya Cuma pake telur sama remah-remah ayam krispy.
Rasanya pun bisa diandalkan. Satu intinya, porsinya bikin kenyang!

Sehabis makan, saya nanya teman yang lain, bagaimana rasanya? Mereka bilang enak. Hmm, jadi ini salah satu tempat yang mesti di garis bawahi. Kalau mau makan enak, banyak, plus harganya murah.

Minggu lalu, saya datang lagi ke jalan sunu. Tujuannya? Cek persuratan dari kantor di SMA 17. Cuma kali ini timnya berbeda, saya tidak bersama teman-teman kampus lagi. Tapi teman-teman di Astamedia. Ada Nanie, Anbhar, Mus. Tadinya kita berdebat mau makan dimana, cuman karena saya yang bayar, akhirnya mereka ngalah, ikut sama saya. Hehehe.


Posisi? Masih lah di warungnya Mas Gentho. Secara jalan sunu bukan daerah jajahan, bukan daerah lintasan kalau mau bepergian, makanya kalau ke sini diusahakan makannya di Mas Gentho aja. Kali ini saya pesan Kwetiau goreng. Nanie dan Anbhar pesan mie goreng, Mus makan Nasi goreng. Kalau kedua menu itu, saya sudah pernah merasakan dimana tempat yang paling enak (untuk resepnya tunggu info selanjutnya yah!), saya memutuskan makan Kwetiau saja. Lagi-lagi pesanan saya yang paling ribet, paling terakhir di urusi. Haha! Tidak sia-sia lagi penantian saya. Rasanya sesuai dengan yang saya bayangkan! Rasa kenyal kwetiau bergabung dengan tumisan bumbu yang meresap di sayurannya, plus bakso, ayam, dan jeroan yang tiada tandingannya. Oke mantap! Porsinya pun tidak berubah, teteup banyak!

Saya bertanya dengan Anbhar (yang sebelumnya sudah mengamankan lontong beberapa biji untuk dimakan), ”kok lontongnya tidak dimakan?”

Anbhar Cuma bilang, ”banyak sekali porsinya. Ini lagi sudah kekenyangan.” wakaka.

Harga yang ditawarkan di warung ini pun tidak jauh berbeda dari kedatangan saya tiga tahun lalu. Harga makanannya hanya naik 1000 sampai 2000 rupiah. Padahal kalau mau dibilang, porsi yang diberikan, bisa sebanyak rumah makan yang mempunyai harga sampai 20 ribu rupiah. Apa alasannya? Mungkin prinsip ”biar untung sedikit yang penting laku” menjadi modal utama Mas Gentho nya. Karena, coba datang jam makan siang, dijamin kita tidak akan kedapatan tempat. Warungnya pun sangat sederhana, tetapi apa yang ditawarkan sangatlah enak! Jadi kalau memang sedang melintas di jalan sunu, atau lagi ada kegiatan di mesjid al markaz, ato lagi cuci motor di sunu, coba deh. Warung Mas Gentho!

Nb : kalau pesan makanan disini, jangan minum minuman kemasan, coba aja pesan es teh manis sama penjualnya. Itu yang menjadi teman dan membuatnya lebih oke mantap!