Hari AIDS Sedunia



Yang Kita Jauhi Virusnya!!! Bukan Orangnya...

Track Review #4

huah!!! akhirnya bisa nulis track review lagi. jadi lumayan lupa bagaimana cara nulisnya. setelah pergerakan donlotan agak-agak terhenti karena udah resign di-tempat-yang-semakin-tidak-jelas-nasibnya itu ^o^, sekarang donlotan lagunya dilakukan secara bergerilnya. Gak bisa sekali donlot banyak lagi. Makanya kemarin agak bingung dan terengah-engah mengumpulkan lagu yang terdonlot lewat kompie ini, laptop itu. Hehehehehe. Untuk pekan ini, ada beberapa cewek yang menghiasi track review kita, mungkin sebagian udah menganggapnya leak, tapi track ini baru “ngeh” dengan kepalaku. So this is the track review for this week!

Artist : Cobra Starship Feat. Patrick Stump (F. O. B)
Title : Guilty Pleasure
Album : iViva La Cobra!




Kenalkan Guilty Pleasure. Track yang mereka rilis sebagai single pertama untuk album kedua mereka. Walapun hanya sekedar side project, mudah-mudahan band alternative rock ini bisa bertahan, karena emang musik yang diusung sama mereka enak banget untuk dicerna. Walopun banyak orang yang suka ama track ini, tapi saya rasa kehadiran Patric Stump disini justru lumayan menghilangkan kekuatan dari vokalis Cobra Straship sendiri. Saya justru mendengar track ini seperti layaknya track Fall Out Boy yang lain. Dengan nada-nada rock yang bisa dipake buat dance, emang rasanya image track Dance Dance nya FOB lumayan masuk juga. Tapi sudahlah,, Shut Up!!! Cause We Wont Stop!!!,, setidaknya itulah yang paling sering saya dengar selama track ini terdengar...

Artist : Sugababes
Title : About You Know
Album : Everything Changes




Can we bring yesterday back around. Cause I know how a feel about you know. I was dumb, I was wrong, I let you go, but I know how I feel about you know. Terkadang emang perasaan ini yang bisa membuat lega. Perasaan kita telah memiliki alasan yang tepat buat melepaskan dia. Waktu tidak akan pernah berputar kembali. Dan mudah-mudahan perasaan itu bisa terpetakan lagi sekarang. Ini dia Sugababes. Dengan format paling baru, Keisha Buchanan, Heidi Range, Amelle Berabah sudah merasuk lagi di kepalaku. Dengan track yang up beat dan lirik yang keren banget, Sugababes tetap menjadi pilihan tersendiri. Di track ini juga mereka sempat nyebutin ”Everything Changes” yang menjadi judul buat album ke 5 mereka. Tapi jangan sampe kaget kalo denger lagu ini, sound yang ada terdengar lumayan ”kresek” karena memang bit yang ada full banget. Sampe kaget ngeliatnya di Cool Edit. Tapi efek ini justru yang makin nambah keren track ini. Jadi kalo emang kamu udah sadar bahwa semuanya sudah berubah, dan kamu masih ragu akan alasan buat lepasin dia, denger track ini!!!

Artist : I Nine
Title : Seven Days Of Lonely
Album : -




Sejenak kerinduan akan sound dan track Avril yang terdahulu lumayan terobati setelah mendengarkan track ini. Dengan musik power pop yang beatnya enak banget plus lirik yang dalem, mengingatkan akan kekuatan lirik dari album Let Go nya Avril. But this is not her!!! Perkenalkan Carmen Keigans sang vokalis, Bryan Gibson (Gitar, Cello), Brian Whitman (gitar), dan Matt Heath (Bass). Dengan format band, formula yang rasa bisa menjadi jalan mulus mereka. Dan track Seven Days Of Lonely, entahlah. Saya bisa berkata apa dengan lirik di dalamnya. Karena begitulah kita, membutuhkan seseorang yang bisa memegang kita untuk menghadapi realitas yang sebenarnya. Disaat perih sudah semakin meraja didada,,,

Artist : The Killers
Title : Bones
Album : Sam’s Town


ya, ya, ya, saya tahu. Track paling baru dari The Killers udah keluar. Yang jadi soundtrack film Control. Saya tahu album Sam’s Town sudah termasuk udah lumayan lama banget, dan saya termasuk salah satu yang udik baru “ngeh” bahwa ternyata album ini berisikan track-track yang dahsyat. Dan saya mempunyai permohonan maaf tersendiri dengan track ini karena tertunda terus untuk masuk ke playlist saya. Dan hasilnya memang gila!!!. Asli intro Come With me... masih membayang dan merasuk di kepalaku, hahahahaha!!! Kalo mau referensi salah satu lagu romantis dengan sound yang agak beda, dengarkan track ini!!! Dengan choir yang menjadi suara dua di track ini, plus (apakah benar ataukah hanya khalayanku saja yang mendengar suara terompet?) menjadi poin plusnya juga. Rasanya memang begitulah perasaan mencinta, ketika kita meminta seseorang untuk melihat sisi terdalam dari kita, itulah bentuk kejujuran yang paling besar!!!


Artist : Jon McLaughlin
Title : Human
Album : Indiana


Tidak!!! Bunuh saja saya!!! Kalo saya tidak sampai mendapatkan album Indiana milik Jon McLaughlin. Oke track yang jadi single pertama, Industry, lewat!!! Track Beautiful Disaster, mulai agak-agak parno sampe keluar keringat dingin, kenapa bisa ada track sebagus ini. Track Human, inilah klimaks dari album ini. Cari!!! Cari!!! Cari!!! Dengan nada-nada yang menyejukkan, dentingan piano yang menghanyutkan. Rasanya sudah lama banget tidak mendengar seorang solois memperdengarkan sound piano di track mereka. Dan inilah raja diraja untuk lagu menyambut musim hujan ini. Dengan ditemani rinai hujan yang turun di sore hari, peganglah tangannya dan katakan, ”saya tahu bahwa jalan yang akan kita lalui akan semakin berat, percayalah saya akan selalu ada disampingmu. Menemanimu dengan segala alasan ketidaksempurnaanku, karena saya percaya kita akan bersatu”

Artits : Britney Spears
Title : Radar
Album : Black Out




It’s Britney Bitch!!! Nope, intro itu tidak terdengar lagi lewat track ini. Cukuplah di Gimme More, intro seperti itu terdengar. Setelah kabar yang gak tau antara bener ato tidak, kisruh ato tidak, tapi sepertinya kehidupan eks Mrs. Federline ini lumayan rusak. Tapi apakah itu mempengaruhi kemampuan britney dalam membuat track keren? Okelah track Gimme More kemarin beat yang dipake lumayan enak, dan kabarnya track ini udah diremix oleh berbagai pihak yang bertanggung jawab, seperti Timbaland misalnya. Tapi track ini yang menurut saya lebih jago! Track yang dilepas sebagai single kedua, mengandalkan sound elektronik yang lumayan kental. Apalagi suara vokal britney yang sudah semakin dewasa semakin jelas disini, image flirting yang ingin ditampilkan pun bisa tergambar dengan jelas. Jadi kalo butuh track yang dijadikan soundtrack untuk pedekate, dengarkan track ini!

Artist : Maroon 5
Title : Won’t Go Home Without You
Album : It Won’t Be Soon Before Long


Apakah saya sudah mengatakan ini adalah salah satu album terbaik di tahun ini? Kalo belum mari saya mengatakannya, rugi banget kalo gak punya album It Won’t Be Soon Before Long ini. Banyak sekali track juara yang ditawarkan oleh Adam Levine dan kawan-kawan. Ekspektasi yang bisa diharapkan selepas Song About Jane yang emang meledak di pasaran. Setelah 2 kali menghentakkan isi kepala kita dengan beat cepat lewat track Makes Me Wonder dan Wake Up Call, ini dia track yang berada di daerah middle. Dengarkanlah track ini ketika kau sedang berada di jalanan dan berpikir tentang dia, dengan segala kesalahan yang telah kau buat, dan kau tidak ingin kehilangan dia. Bisa jadi anda akan membahayakan pengguna jalan lain, karena kau semakin sadar bagaimana arti pentingnya dia,,, apakah masalah track yang dipake sebagai single ketiga? Rasanya tidak. Dengan misi yang diemban untuk menyelamatkan hubungan yang yang sudah diambang keparahan, dengan video klip yang asli sumpah keren banget!!!!!!!!!!! Track ini pantas menjadi racun dalam pikiran saya!!!

Artist : Kate Voegele
Title : Only Fooling My Self
Album : Don’t Look Away



Ini adalah salah satu bukti bahwa MySpace sudah semakin menjajah dunia nyata. Tidak hanya bermain di jagad raya maya, sekarang kita bisa ikut menikmati suara seorang Kate Voegele. It’s like a splash of water to my face - When I suddenly realize - That you could never find a place
For me in your eyes, and I don’t know why I keep thinking. It’s love in disguise - I’m lost in your eyes - I’m lost in your eyes. Apakah masih ada perkataan yang lebih menyakitkan dari ini? Sakit tau gak? Track ini pantas jadi jawara kontes Songwriting 2006 yang diadain sama Borders Books and Music di Texas. Dan albumnya pun sudah resmi dirlis. Gak nyangka juga bahwa ternyata cewek ini baru berumur 20 tahun. Apakah itu menjadi masalah? Ya nggak lah!!! Tapi sudahlah... ini dia track pemenang untuk pekan ini. Buat kamu yang terus membohongi perasaan kamu, yang hidup didunia nan utopis...

Artist : Snow Patrol
Title : Crazy In Love (Beyonce’s Cover)
Album : -


Untuk menghormati beyonce yang hari ini mau memperdengarkan suaranya di Indonesia, untuk menyadari kenyataan bahwa saya tidak mampu untuk hadir bersama mereka yang berminat dan senang banget ama suaranya beyonce. Saya persembahkan track ini. Karena disini kita akan menikmati Crazy In Love dengan versi yang berbeda. Dengan distorsi yang menjadi intro (Oo..Oo..Oo..Oo.., masih ingat kan dengan intro itu?). lumayan tercover. Tapi emang rasanya lirik secapat itu tidak cocok untuk dinyanyikan dengan nada standar, jadinya terdengar agak ngerap juga sih. Paling keren yah ketika bagian bridgenya masuk, dan hanya memainkan beat-beat drum saja,, wuih canggih!!!



Thanks to Welly,,,

Emang udah begitu mestinya!!!

Setelah hari minggu lalu saya melakukan percakapan yang sejenis lumayan berat dengan alfie.Kemarin dulu saya terlibat dan terjebak lagi percakapan yang sama dengan weda. Semuanya berputar dan berkisar pada hal yang sama, apa planning kuh untuk satu tahun kedepan?
Saya akui, saya sekarang ini bener-bener freaking out. Secara ni semester udah setengah periode terjalani. Itu berarti skarang udah masuk minggu mid semester, sudah itu menghitung hari, eh final deh.
Ketakutan terbesarku adalah... sampai saat ini saya belum mempunyai bayangan akan apa yang mestinya saya lakukan dalam beberapa waktu yang akan datang. Jangka pendek dan jangka panjang. Kemarin saya udah berleha-leha dan terlena, karena emang apa yang saya jalani sekarang merupakan apa yang udah saya prepare satu setengah tahun yang lalu, sampai ke titik ini. Dan disinilah saya sekarang, jalanku tinggal belok ke pojokan-yang-entah-berakhir-di-mana.
Emang udah beberapa rencana yang akan saya lakukan. Untuk magang di semester 8 saja saya masih agak-agak blank. Apakah sekarang saya sudah bisa memasukkan prgram youth camp dalam magangku? Ataukah saya masih mencari tempat bernaung lain? Mengenai kerjaan juga, apakah nanti saya akan berani untuk melangkah dan go public? Arrghhhhhh! Semuanya masih blank! Masih serba tidak jelas mengenai apa yang akan terjadi. Dan yang paling membebaniku adalah, kemana saya akan berjalan ketika selesai magang? Itu berarti saya sudah menyusun skripsi dan sudah siap menyandang gelar pengangguran yang tergabung dalam ikatan sarjana mudah-yang-tidak-mempunyai-masa-depan-yang-jelas.
Kemarin saya sudah berkata sama weda, yang saya pikirkan skarang bukan magang ato skripsi, justru yang saya pikirkan adalah kemana saya setelah selesai kuliah. Alur berpikir saya terlalu cepat? Emang begitu mestinya!!! Sekarang teman-temanku ajah baru mengurus surat buat magang di instansi-instansi tapi yang saya pikirkan dimana saya akan berkerja? Karena saya emang sudah niat untuk keluar dari Makassar setelah semua huru-hara ini berlalu. Mencoba berpijak pada kakiku sendiri, mencoba bernapas dengan tidak ada rasa sesak lagi didada. Karena sedikit banyak memang begitulah mekanisme otakku. Sudah sejak lama keadaan otak dipaksa untuk berpikir bukan hanya satu langkah tetapi 3 langkah kedepan. Karena saya akui, saya tidak bisa membayangkan hidupku tanpa gambaran yang jelas mengenai apa yang saya lakukan di hari esok. Perfeksionis? Bukan, saya hanya menyebutnya saya tidak ingin berjalan tanpa kehilangan arah. Karena bukankah semua juga memerlukan tujuan?
Saya kemudian menjadi ingat akan sebauh quote yang berkata, biarlah semua mengalir-let it flow. Saya juga berpendapat yang sama, tapi saya akan membiarkannya mengalir ketika saya sudah tahu aliran mana yang dia lalui. Supaya saya bisa mengetahui ujungnya dan sedikit banyak mengetahui apa yang akan dilaluinya. Kalo gak tau, bagaimana kalo ujungnya jurang? Mampus! Syukur kalo emang punya kesiapan buat menghadapinya, kalo enggak?
Waduh tambah ribet nih bahasanya, yang pastinya sekarang kayaknya saya mesti mengatur skala waktu lagi untuk tahun 2008 (karena ancang-ancang sarjana di bulan 9, what??!!!), kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... untuk memastikan semuanya berjalan dengan sebagaimana mestinya. Ada yang bisa membantu saya untuk mendefrag otak agar semuanya bisa diatur kembali? Tolong!

Turning Back Point : Get Married!

Nope, nggak lah. Nyangka saya bakal married? Makasih. Tapi tidak. Saya cuman merasa saat ini menjadi salah satu turning point saya lagi. Dimana semua berubah. Entah keatas ato entah ke bawah. Tanya saya? Jangan. Bahkan saya sendiri pun tidak bisa menjelaskan apakah saya sedang mengalami degradasi perasaan ato mencari pembenaran akan semua yang saya lihat dan saya rasakan.
Nggak nyangka udah sebulan, dimana sang isi kepala tetap berada dalam pengasingan. Tetap berada dan menjamur dalam sela-sela otak yang semakin lama semakin menggila. Yak, ini saatnya kalian mengambil nomor antrian lagi. Untuk keluar!!! Dan sedikit memberikan ruang yang kosong bagi otak yang sudah semakin menua ini. Mudah-mudahan semua berjalan lancar lagi, dan semua cerita, semua perasaan dan semua pengalaman bisa terpetakan kembali secara fisik sebagaimana mestinya, sehingga saya tidak perlu mengalami deja vu hanya untuk mengetahui bahwa saya pernah berjalan di tempat yang sama. Salam. Inilah yang berhasil memegang tiket antrian nomor 1 yang mesti keluar dari kepalaku...


Get Married, a film by Hanung Bramantyo



Okelah, sikap skeptis saya akan film dalam negri sendiri sempat membuat bete dan membuat ”perdebatan yang tidak penting” antara saya dan teman-teman saya. Karena menurutku film indo masih agak-agak ”kurang” untuk dijadikan pilihan untuk membuang-buang uang dengan menontonnya di bioskop. Tercatat hanya beberapa film saja yang menarik di mataku, seperti Mengejar Mas-Mas (asli ni film keren banget! Konstruksi budayanya dalem!!!), Coklat Stroberi (just three words, Precious-Emptyness-Desire, salut untuk pesan non verbalnya!!!), Selamanya (sebenarnya film ini sangat tidak penting, tetapi dipaksa menjadi penting karena waktu itu saya sedang merayakan kebahagian satu pasang manusia yang sedang bercinta, dan saya dijadikan kambing congek). Dan inilah film yang memuaskan hasratku untuk melihat tontonan berkualitas. Get Married!!!
Apalagi saya agak heran, tampaknya ramadhan kemarin merantai semua setan emang benar karena sekarang Sundel Bolong, Kuntilanak, dan Pocong sedang gentayangan di bioskop-bioskop. Sangat tidak jelas dan tidak menarik.
Diawal cerita, kita sudah disuguhi sindiran yang lumayan ”pedas” akan gambaran diri sendiri. Mulai dari gambaran masyarakat indonesia yang emang sebagian besar masih berada di bawah garis kemiskinan. Dan itu semua digambarkan dengan nyata dan sangat jelas. Potongan-potongan kehidupan 4 orang anak mulai dari proses kelahiran, sampe cita-cita mereka sudah lumayan memberikan gambaran akan seperti apa tokoh yang akan bermain didalam film ini.
Diawali seorang Mae (Nirina Zubir) yang sobatan dengan ketiga temannya yang sangat tidak jelas kehidupannya, Eman (Aming), Beni(Ringgo), Guntoro (Desta). Disini hidup berjalan sebagaimana mestinya. Dimana persahabatan mereka udah kayak sodara, dan hari-hari mereka lewati dengan tertawa bersama. Satu persoalan yang kemudian diangkat menjadi tema besar dalam film ini oleh Hanung, yaitu tema pernikahan yang kemudian bagi kebanyakan orang Indonesia masih menjadi jalan keluar. Ketika Mae, sudah dirasakan menjadi beban bagi keluarganya (ketika udah berumur 25 tahun, gak jelas status apa, sarjana lagi!), maka dia diputuskan untuk dinikahkan. Penggambaran keinginan orang tua Mae (Meriam Belina dan Jaja Miharja) pun cukup gamblang dijabarkan. Padahal mestinya kita merasa malu, dengan pengungkapan seperti itu, tapi ketika melihat potongan filmnya saya langsung menganggap hal yang lumrah. Larena kita masih tinggal di Indonesia. Maka jadilah orangtua Mae masuk ke kampung sebelah (karena secara habit, orang sekampung udah tau Mae tuh anaknya gimana =D), demi mencarikan perjaka ting-ting buat Mae.
Apakah rencana itu berjalan lancar? Tentu iya dan tidak. Iya ketika sang calon datang kerumah Mae untuk sekedar melihat-lihat (buset bahasanya! Tapi emang ini ada di adegan salah seorang calon Mae!) dan berkenalan dengannya. Tidak, ketika ternyata sang sahabat sudah waib membatu ”menyelamatkan” Mae dari ketidak senangannya pada sang calon. Maka jadilah adegan kocak yang dilakukan di sudut kampung.
Fim berlanjut ke Rendy (Richard Kevin) yang tipikal anak gedongan, besar di state. Tapi masih memiliki sense akan jodoh yang baik. Yang katanya bisa dijadikan tantangan, dan tidak setipe dengan perempuan seperti sekarang (nih pertanyaan buat kaum cewek, kalian merasa setipe gak?). setelah bodyguardnya dikerjai oleh 3 sahabat Mae, dia kemudian merasa tertarik untuk melihat seistimewa apa sih, cewek yang hanya bisa dinikahi ama anak raja, ato anak sultan. Dan berkunjunglah dia ke kampung dimana Mae bermukim. Ketika cinta berkata inilah saatnya untuk bertemu, masih ada 3 makhluk yang tidak jelas yang menghalanginya. Dan disinilah cerita kemudian mendapatkan kuminasinya. Ketika Ibu Mae sakit dan salah penyembuhannya adalah melihat Mae nikah. Udah hopeless akan calon-calon yang tidak jelas, Mae memutuskan untuk memilih dari 3 sahabatnya.
Randy yang tidak puas dikerjai ama anak kampung kemudian dihasut oleh sang bodyguard (lagi-lagi statement di adegan ini sangat menonjok muka moral orang-orang di Indonesia!!!—dimana mari kita memperlihatkan cara Indonesia,, ugh!) dan mereka memutuskan untuk menyerang kampuang tersebut. Di hari jadi Mae dan Ringgo, Rendy dan teman-temannya melakukan penyerbuan ke kampung Mae. Dan kericuhan pun terjadi, suasana chaos digambarkan dengan sangat khas oleh Hanung. Sampai Mae dan teman-temannya pun kabur dari upacara ijab kabul dan memilih untuk membela kampung. Sampai kemudian, pada saat berkelahi, Mae menonjok Rendy... disitulah baru dia kemudian sadar akan apa yang terjadi. Endingnya,,, nonton sendiri kali yee!!!
Dijamin kalian tidak akan merasa rugi untuk mengeluarkan duit 15 ribu perak (kalo dimakassar sih harga tiket Cuma segini diluar hari nomat), karena ekspektasi kalian akan sebuah film yang menghibur akan terpenuhi. Dan janganlah menonton film ini sendirian, kalian akan kehilangan esensi ”kegilaan yang dilakukan bersama teman”. Banyak sekali frame-frame menarik, gambaran pemukiman kumuh yang menjadi gambaran masyarakat Indonesia. Gejala sosial yang sudah semakin menjadi dan persahabatan yang masih mempunyai nilai, digambarkan dengan sangat gamblang di film ini. Apalagi kelucuan yang ada tidak dibuat atrifisial dan dimaksudkan untuk melucu, tetapi hanya dengan dialog yang lugas justru semakin membuat kelucuan didalam pesan yang ingin disampaikannya.
Penataan soundtrack yang sebagian besar di nyanyikan oleh kelompok Slank, sangat membantu atmosfir film ini. Lagu-lagu familiar seperti Orkes Sakit Hati, Pandangan Pertama menjadi backsound yang sangat membantu, sangat membantu untuk tersenyum.
Terakhir, salut buat mas Hanung. Karena satu karya yang menghibur, orisinal, dan mendidik bisa hadir kita nikmati lagi, walaupun saya agak kaget ketika keluar dari studio kemudian melihat poster ”SUSTER N, dendam suter ngesot” yang dikerjakan oleh orang yang sama. Sudahlah, saya sudah sangat bahagia nonton film ini. Udah siap ato udah harus Get Married???