Showing posts with label Album Review. Show all posts
Showing posts with label Album Review. Show all posts

What will (kills) the radio star?

Saya sedikit tersenyum ketika kemarin membaca beberapa status teman-teman saya di FB. Dari bagaimana kemacetan melanda, hujan, bahkan status terbaru tentang skala percintaan mereka. Satu yang paling menarik perhatianku adalah status dari mantan salah seorang penyiar radio remaja di Makassar. Statusnya seperti ini,

“Sore-sore begini enaknya ngapain yah? Dengarkan saja radio Ma**ma, we have trainee kiddos for you”

Dalam hati saya berkata,

“wah mereka sudah punya anak baru lagi?”.


“Anak baru”. Yah, seperti itulah kami memberikan julukan, nama, atau apalah istilahnya untuk mereka yang mau menjual jiwa mereka menjadi penyiar radio. Saya masih ingat ketika di tahun 2003, saya nekat untuk memasukkan lamaran dan CV saya sebagai penyiar juga. Bersaing dengan hampir 50 orang untuk mengisi satu slot siaran. Hasilnya? Pengalaman yang sangat menyenangkan.



Nah, kembali ke masalah penyiar baru tadi. Saya kemudian berpikir apakah mereka akan sanggup tampil beda dan berjuang sampai memiliki nama? Karena keadaan sekarang berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Apalagi untuk segmentasi yang menyasar anak muda. Kenapa? Segmen ini sangat cair. Mereka sangat mudah disetir seleranya. Apalagi ketika mereka bergabung dalam sebuah geng ataupun sekte. Dimana keseragaman menjadi aturan utamanya.

Seorang penyiar bisa menjadi “local celebrity”. Siapa yang tidak akan menghapal nama kamu ketika kau tidak henti-hentinya berbicara dari pukul 6 pagi sampai pukul 9 pagi? Ataupun dari pukul 7 sampai pukul 10 malam? Seorang penyiar radio bahkan bisa menjadi sahabat yang paling dekat. Memasuki ruang intim pribadimu. Laki-laki mana yang berani memasuki kamar seorang cewek di atas jam 10 malam? Walaupun hanya dalam bentuk suara.

Radio menjadi teman ketika ngobrol bersama teman, menjadi teman belajar, bahkan saya pernah merasakan bagaimana deg-degan nya menunggu request-an saya diputar oleh sang empunya acara. Coba saja menelepon Satu acara di jam prime time (jam pagi, tengah hari ataupun malam hari), entah itu sekedar request ataupun ikut ngobrol, pastilah jarimu akan gemas menekan tombol telepon. Saking banyaknya orang yang ingin menelepon. Apakah hal ini masih berlangsung sama?

Beberapa tahun lalu ketika distraksi perhatian belum sebanyak sekarang, radio bisa menjadi sarana hiburan utama (atau bahkan menjadi media utama) bersanding dengan televisi dan koran. Sekarang? Ada aneka ria jejaring sosial. Dimana ketika beberapa remaja berkumpul, dengan laptop dan koneksi internet, mereka justru lebih nyambung dan nyaman ngobrol dengan fasilitas chat. Aneh. Belum lagi aneka mall yang terus bertambah. Secara tidak langsung ini merubah pola hidup mereka yang lebih banyak bersentuhan dengan dunia luar. Apakah mereka masih memiliki waktu untuk mendengarkan radio?

Ada lagi ada satu juta situs yang tersedia di internet untuk mengunduh lagu secara gratis. Mp3 bajakan di bertebaran dimana-mana.

“untuk apa menunggui sebuah acara di radio hanya untuk mendengarkan sebuah lagu? Toh saya sudah punya lengkap koleksi albumnya.”


Bisa saja pertanyaan itu yang muncul. Ketika era Mp3 bertebaran dimana-mana. Sekarang ketika kita sedang dikuasai pop Indonesia, bahkan televisi pun tidak mau ketinggalan merasakan fenomena ini. Berlomba-lombalah mereka mencari presenter yang cantik, menarik, lucu, yang bahkan tidak jelas mereka melawak ataukah membawakan suatu acara. Semakin terdistraksi lah lagi pendengar radio.

Semakin menariklah bagaimana seorang penyiar (radio) harus bisa terus survive dimasa sekarang. Dimana mereka tidak hanya mengandalkan musik dan lagu terbaru saja sebagai senjata utama. Karena hal tersebut sudah semakin mudah didapat. Mereka harus memilki style dan gaya sendiri. Supaya mereka tetap bisa di notice dan menjadi “local celebrity” berikutnya. Selamat berjuang guys!

Lifehouse - Who We Are Album Review



Rasanya perjalanan panjang dari tahun 2005 ke tahun 2007 bukan waktu yang panjang bagi kelompok Lifehouse. Setelah merilis super mega ballad You and Me pada tahun 2005 untuk album Lifehouse, sekarang persiapkan telinga anda untuk dimanjakan oleh sound yang sangat menawan lewat track-track yang hadir lewat album mereka yang paling baru yaitu “Who We Are”. Dan mungkin inilah ekspektasi yang bias kita harapkan dari band yang sudah membius dengan tema romantic and spiritual love melalui 3 album sebelumnya, di album ini pun banyak sekali lagu cinta yang bertebaran, dengan berbagai macam gambaran, tergantung siapa yang mendengarkannya. Kalo kalian mendengarkannya hitam, berarti lagu itu hitam, tapi bisa jadi menjadi putih ketika orang lain mendengarkannya.
Dibuka dengan track ‘Disarray’, pyuh!!! Asli ni lagu, anjrit!!! Jason Wade sangat tahu bagaimana menyuarakan ambiguitas pribadi yang mungkin saja terjadi pada semua orang, dengan sedikit growl dari Jason, mengenai pencarian jiwa yang sedang dilakukan oleh semua orang, ugh!!!! Simak ini, “I’m struggling between the facts and fiction/I’m alone/But I’m alive”. Dengan beat yang up tempo sangat cocok membuka telinga kita. Sound yang ditawarkan soooo Lifehouse.
Track kedua, yang merupakan official first single mereka, sedikit memberikan twist yang sama. Melanjutkan beat yang up dari track sebelumnya. ‘First Time’ hadir dengan membawa anda kapada bayangan bagaimana rasanya ketika pertama kali bertemu dengan orang yang special. Another great love song! Dilanjutkan dengan ‘Whatever It Takes’, dijamin hanya perasaan cinta yang akan tertinggal di hati anda. Hey, bukankah cinta itu memang buta?
Dan dialbum ini salah satu bentuk kedewasaan dari kelompok Lifehouse sangat terlihat. Track 'The Joke’, diinspirasi dari dari cerita seorang anak yang kemudian merasa putus asa setelah mengalami pelecehan. Dengan model sudut pandang orang pertama, dia kemudian bercerita apa yang dirasakan anak itu sesaat sebelum kematiannya. “I found out how to/make Mama proud/Be real quiet, don’t talk too loud/I try, try to disappear”. Damn!!!
Begitu pula dengan track ‘Broken’. Yang merupakan klimaks dari album ini. “I’m falling apart, I’m barely breathing/With a broken heart that’s still beating/In the pain there is healing”. Track ini didekasikan Jason kepada temannya yang sedang menjalani transpalasi ginjal. Segala kesedihan dengan harapan, disalurkan bersama iringan ballad piano, dengan suara yang seakan menghela nafas, ikut merasakan Broken. Inilah track paling jago, dengan reff yang kemudian sing a long, menjadikannya track yang sempurna.
Tenang saja, kalau ingin mencari another broken heart anthem. Di album ‘Who We Are’, bisa juga ditemukan. Tapi jangan harap anda menemukannya dengan sound so mellow, yang berpikir inilah akhir dari segalanya. Justru melalui track Who We Are (ya! Sama dengan judul albumnya), nada rock yang lumayan ramai untuk kelompok Lifehouse plus raungan kemarahan dari Jason, mempresentasikan apa yang dia harapkan ketika sebuah hubungan telah berakhir, dan akhirnya menemukan apa yang dicarinya. Track ‘Bridges’ pun bercerita hal yang sama. Diiringi satu nada drum dan petikan gitar sebagai intro dan full band ketika bagian reff dinyanyikan, ugh!!! Another great lyrics, “You can say what you like pass the blame, I don’t mind/Because we both lit the match that burned the bridge”
Untuk album ini, Lifehouse juga merekam ulang track ‘Storm’, yang ditulis Jason Wade ketika berumur 16 tahun. Dan disaat Lifehouse masih bernama Bliss. Dengan dentingan piano lagi yang menyejukkan, yang bisa anda nikmati lewat track ‘Storm’ ini. “And I will walk on water/And you will catch me if I fall/And I will get lost into your eyes”
Overall, buat yang baru memperhatikan Lifehouse, rasanya anda akan terpuaskan dan segera menjadi salah satu orang yang menunggu Lifehouse di album-album berikutnya. Buat anda yang memang sudah teracuni melalui track-track Hanging By A Moment, Only One, Everything, You And Me. Anda akan bernapas lega. Jason Wade dan teman-temannya lulus. Dalam artian dalam album ini, sebuah proses terlihat. Proses pendewasaan yang penuh dengan lirik yang dalam. Cari album ini!!!!

utk Tracklist “Who we are” click…

1 "Disarray” Wade 3:45
2 "First Time” Cole, Wade 3:23
3 "Whatever It Takes” Cole, Wade 3:27
4 "Who We Are” Cole, Wade 3:27
5 "Broken” Wade 4:46
6 "The Joke” Cole, Wade, Woolstenhulme 3:56
7 "Easier To Be” Cole, Wade 3:31
8 "Make Me Over” Cole, Wade 3:57
9 "Mesmerized” Cole, Wade 3:13
10 "Bridges” Wade 4:02
11 "Learn You Inside Out” Wade 4:25
12 "Storm” Wade 4:25

Rating: 9/10