Showing posts with label wisata kuliner. Show all posts
Showing posts with label wisata kuliner. Show all posts

Tahu Tahwa, oleh-oleh kuliner dari Malang

Berbekal wangsit yang saya dapatkan dan menangkan (halah), akhirnya saya berhasil juga menginjakkan kaki di tanah jawa. Padahal baru saja saya ngobrol dengan sahabat saya, si Ontz, bahwa saya ingin pergi dari Makassar. Even it just for a while. Dan holla! Tampaknya Tuhan mendengarnya, saya akhirnya bisa ke Malang menemani bos yang akan ikut workshop wirausaha muda mandiri. Be careful what you wish for dude!

Jadwalnya sendiri dimulai tanggal 22-24 Juni kemarin. Sudah berlalu 2 minggu. Baru sekarang baru sempat menuliskan apa saja yang terjadi selama perjalanan kemarin. Rencana kami memang sudah harus ada di malang tanggal 22 sore. Jadinya kami berangkat via jakarta, yang ternyata bisa via surabaya! Ckckc. Jadinya kami harus transit selama 7 JAM di Cengkareng. Gosh.

Akhirnya kami bisa tiba juga di Malang. Kota yang kata orang dingin. Well, probably not. Kalau sudah pernah ke Toraja atau Malino, disana lebih dingin. Di Malang saya masih bisa berjalan-jalan tanpa menggunakan jaket. Mungkin istilah yang paling tepat untuk menggambarkan kota Malang adalah sejuk. Dengan banyak pepohonan sampai di pusat kota.

2 hari disana saya tidak sempat mencoba mencicipi aneka jajanan Malang karena jadwal yang memang begitu padat. Hari rabu, 23 Juni, kami seharian di Universitas Brawijaya mengikuti workshop Wirausaha Muda Mandiri. Astamedia sendiri kebagian satu booth untuk mempromosikan apa saja unit usaha kami. Pematerinya hebat euy! Ada Anang, Rhenald Kasali, malamnya ada Gigi. Jadi gak sempat mutar-mutar. Besoknya sudah harus pulang. Padahal saya penasaran dengan bakso bakar yang ada di malang. Huhuhuhu.

Satu kuliner yang sempat saya cicipi adalah Tahu Tahwa. Kebetulan ketika saya jalan-jalan di sekitar hotel kami nginap ada penjual Tahu Tahwa. Dengan segala kepenasaran yang ada, kok banyak banget yang makan yah? Emang apa yang dijual?


Ternyata ini adalah salah satu makanan khas malang. Sebuah sajian yang terdiri dari sari kedelai yang menyerupai tahu, ditambah kuah yang pedas plus kacang goreng. Rasanya? Aneh! Haha! Pertama, kita seperti memakan air tahu yang dipadatkan, dicampur dengan kuah sarabba. Atau karena saya memang yang tidak terlalu suka dengan sarabba kali yah? Kalau kalian tidak tahu sarabba itu apa, ini adalah minuman yang terbuat dari campurann jahe, gula merah, santan yang dimasak bersama-sama. Sedikit menyerupai bandrek katanya. Dengan rasa yang manis dan pedas. Cocok di minum di malam hari. Jadi ketika ditambah dengan sari kedelai, it just akward!

Suapan kedua dan seterusnya saya masih berusaha untuk menikmatinya. Haha! Bentuk penghargaan jugalah dengan mas-mas yang menjualnya. Saya terus menikmati kombinasi manis+pedas+lembut dari tahu tahwa ini. Apa yang membuatnya terasa aneh? Karena mungkin sudah terpaku dalam pikiran saya bahwa kalau minum sesuatu yang ”pedas” seperti ini hanya bisa dilakukan di malam hari. Pada saat udara sudah dingin dan butuh penghangat tubuh. Tapi saya lupa saya berada di Malang. Biarpun di siang hari tetap terasa sejuk. Hahaha!

Dengan harga 2000 ribu seporsi, tahu tahwa ini bisa lumayan mengenyangkan dan menghangatkan tubuh. Saya tidak tahu apakah memang penjual Tahu Tahwa ini berupa geroba dorong atau ada yang membuka warung sendiri. Karena walaupun terletak di pinggir jalan dan kami makan di trotoar, banyak sekali yang singgah makan. Mulai dari pekerja kantoran, ayah dan anak, sampai ibu-ibu. Berarti ini barang enak yah!

Perjalanan meninggalkan Malang saya lalui melalui Surabaya. Ditemani dengan keinginan bahwa suatu hari saya harus kembali ke Kota Malang untuk berjalan-jalan. Dan menikmati aneka jajanan khas Malang lainnya. Wait for me guys!

Place To Go : Warung Mas Gentho


Nama : Warung Mas Gentho
Alamat : Jl. Sunu, belokan fakultas teknik kampus Unhas Baraya,
Makassar
The a list : Capcay Goreng, Kwetiau Goreng


Saya mendapatkan tempat ini secara tidak sengaja. Sewaktu kuliah kami diberi titah oleh dosen Komunikasi Massa untuk mencari buku dan meresensi buku tersebut. Yang jadi masalah, buku itu hanya beberapa eksemplar di Makassar! Sudah beberapa toko buku yang saya kunjungi, dan yang jadi alasan tetap sama. Buku dan penerbitnya tidak terkenal. Saya curiga apakah dosen saya bekerja sama dengan penerbit tersebut untuk menaikkan oplah penjualannya?
*gosip lagi! Haha!

Nah, setelah lelah berkeliling Makassar mencari toko buku, lapar otomatis menjadi masalah kami. Dimana mau cari makanan enak, murah, sesuai dengan kantong mahasiswa (yang kadang lebih banyak kurangnya daripada lebihnya!). untung saat itu kami bersama Bunda. Dia menguasai jadag jalan Sunu dan sekitarnya. Dia menyarankan kami makan di Warung Mas Gentho yang ada di jalan Sunu.

Pertama masuk, rasa skeptis mulai muncul. Emang ni warung enak yah? Secara dari tampak luar agak mencurigakan gitu. Tapi ya sudahlah, emang dasarnya lapar main pesan aja dulu. Enak gak enak itu urusan belakangan. Yang lain pesan bakso, nasi goreng, dan mie goreng. Saya sendiri cenderung mau mencoba capcay goreng (waktu itu masih dalam rangka diet, jadi perbanyak makan sayuran ajah :P). Berhubung pesanan saya yang paling ribet, saya yang terakhir dilayani. Bakso datang, nasi goreng datang, mie gorengnya teman saya juga datang. Saya?

”woi mas, pesanan saya besok yah baru selesainya?”


*peringatan pertama, kelaparan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan

Hmm, perjuangan saya tidak sia-sia! Capcay goreng yang lezat siap disantap. Cek kondisi, sayurannya ada wortel, kembang kol, sawi putih, plus bakso, ayam dan hati ayam (untung tidak pake kentang seperti di Capcay kampus!). wah, ternyata porsinya banyak! Buset, ni warung apa tidak rugi gitu yah? Ada bakso, ayam, jeroannya, dan semuanya itu hanya seharga 7000 rupiah? Makan capcay di kampus aja, capcaynya Cuma pake telur sama remah-remah ayam krispy.
Rasanya pun bisa diandalkan. Satu intinya, porsinya bikin kenyang!

Sehabis makan, saya nanya teman yang lain, bagaimana rasanya? Mereka bilang enak. Hmm, jadi ini salah satu tempat yang mesti di garis bawahi. Kalau mau makan enak, banyak, plus harganya murah.

Minggu lalu, saya datang lagi ke jalan sunu. Tujuannya? Cek persuratan dari kantor di SMA 17. Cuma kali ini timnya berbeda, saya tidak bersama teman-teman kampus lagi. Tapi teman-teman di Astamedia. Ada Nanie, Anbhar, Mus. Tadinya kita berdebat mau makan dimana, cuman karena saya yang bayar, akhirnya mereka ngalah, ikut sama saya. Hehehe.


Posisi? Masih lah di warungnya Mas Gentho. Secara jalan sunu bukan daerah jajahan, bukan daerah lintasan kalau mau bepergian, makanya kalau ke sini diusahakan makannya di Mas Gentho aja. Kali ini saya pesan Kwetiau goreng. Nanie dan Anbhar pesan mie goreng, Mus makan Nasi goreng. Kalau kedua menu itu, saya sudah pernah merasakan dimana tempat yang paling enak (untuk resepnya tunggu info selanjutnya yah!), saya memutuskan makan Kwetiau saja. Lagi-lagi pesanan saya yang paling ribet, paling terakhir di urusi. Haha! Tidak sia-sia lagi penantian saya. Rasanya sesuai dengan yang saya bayangkan! Rasa kenyal kwetiau bergabung dengan tumisan bumbu yang meresap di sayurannya, plus bakso, ayam, dan jeroan yang tiada tandingannya. Oke mantap! Porsinya pun tidak berubah, teteup banyak!

Saya bertanya dengan Anbhar (yang sebelumnya sudah mengamankan lontong beberapa biji untuk dimakan), ”kok lontongnya tidak dimakan?”

Anbhar Cuma bilang, ”banyak sekali porsinya. Ini lagi sudah kekenyangan.” wakaka.

Harga yang ditawarkan di warung ini pun tidak jauh berbeda dari kedatangan saya tiga tahun lalu. Harga makanannya hanya naik 1000 sampai 2000 rupiah. Padahal kalau mau dibilang, porsi yang diberikan, bisa sebanyak rumah makan yang mempunyai harga sampai 20 ribu rupiah. Apa alasannya? Mungkin prinsip ”biar untung sedikit yang penting laku” menjadi modal utama Mas Gentho nya. Karena, coba datang jam makan siang, dijamin kita tidak akan kedapatan tempat. Warungnya pun sangat sederhana, tetapi apa yang ditawarkan sangatlah enak! Jadi kalau memang sedang melintas di jalan sunu, atau lagi ada kegiatan di mesjid al markaz, ato lagi cuci motor di sunu, coba deh. Warung Mas Gentho!

Nb : kalau pesan makanan disini, jangan minum minuman kemasan, coba aja pesan es teh manis sama penjualnya. Itu yang menjadi teman dan membuatnya lebih oke mantap!