Showing posts with label Track Of The Week. Show all posts
Showing posts with label Track Of The Week. Show all posts

Creativedisc 5th Anniversary Private Party Makassar

Holla! Akhirnya rencana untuk merayakan ulang tahun CreativeDisc tahun ini benar-benar berubah. Dari yang semula akan berpusat di Surabaya, tetapi karena kesibukan masing-masing kontributor maka perayaan ulang tahun CreativeDisc kali ini akan dipusatkan di 3 kota yaitu Medan, Makassar, dan Surabaya!

Perayaan Makassar tentu saja dihandle oleh 2 orang kontributor di sana yaitu iQko dan Muthia. Persiapannya pun bisa dikatakan lumayan ekspress, hanya sekitar 2 minggu saja. Belum lagi kesibukan masing-masing kontributor yang akhirnya kebanyakan berhubungan via telepon saja (padahal ada di satu kota!). hahaha. But the show must go on!


Setelah proses penentuan undangan, akhirnya terpilihlah 13 tamu yang akan diundang. Sms dan telepon masih terus masuk di inbox maupun wall to wall di facebook, tapi maaf! Jatah kali ini terbatas. CreativeDisc Private Party Makassar siap dimulai!

Hari minggu, 23 Agustus 2009 datang juga. Bertepatan dengan hari kedua Ramadhan. Bagaimana persepsi peserta? Dari registrasi melalui telepon, mereka bersedia dan antusias untuk ikut serta. Persiapan Hall of Fame dan Guest list sudah dipersiapkan. Supaya lokasi untuk berfoto bisa terpusat dengan latar yang sama. Ternyata tamu pertama yang datang adalah Patrick. Penyiar dari radio Madama. Kami banyak ngobrol mengenai konsep acara ulang tahun kali ini serta membahas exclusive single (teteup! Obrolannya gak jauh-jauh juga) yang keluar di CreativeDisc.

Tampaknya kita memang masih tinggal di Indonesia. Undangan pukul 4 sore diterjemahkan menjadi pukul 4 masing-masing undangan. Undangan kedua datang, yaitu Vita Masli. Mendekati pukul setengah 5, barulah satu persatu undangan yang lain datang. Rizqy Anwar, Noe, Indra, Wawan, Aurel. Sambil menunggu tamu undangan yang lain, akhirnya diskusi kecil-kecilan dimulai.

Temanya? Tentu saja sejak kapan mereka mengenal CreativeDisc, bagaimana tampilannya, juga lebih banyak bertukar informasi mengenai lagu-lagu yang beredar saat ini. Sebagian peserta ternyata sudah sering ikut (dan sering menang!) dari kuis di CreativeDisc. Pamer Cd-cd jagoan pun tidak terhindarkan lagi. Ada yang menang album One Republic, Rihanna, James Morrison, dan masih banyak lagi. Rata-rata mereka mengenal situs CreativeDisc sejak tahun 2007 (pyuh, diusianya yg ketiga!) dan menjadi fans yang setia sampai sekarang. Satu protes mereka adalah tidak adanya sistem buku tamu dalam situs Creativedisc. Akhirnya iQko pun menjelaskan bahwa memang model dari situs CreativeDisc menghindari adanya guest book, karena banyak orang yang bisa memasang link sharing mp3. Sedangkan komitmen dari awal adalah Creativedisc hadir sebagai weblog musik yang khusus mereview dan memberikan informasi tentang musik mancanegara.

Perbincangan semakin menarik ketika membahas genre musik yang pernah begitu booming di Indonesia dan di Makassar pada khusunya. Dimulai jamannya boyband ditahun 2000 sampai pada jaman idol saat ini. Masing-masing memiliki ingatan khusus tentang tahun-tahun dimana musik mancanegara masih berjaya. Ada yang begitu menjagokan tahun 2004, 2005, dan 2007 sebagai tahun terbaik mereka dalam menikmati musik mancanegara. Perbedaan generasi lumayan begitu kelihatan, ada yang menyebutkan jamannya Keane lewat single Everybody’s Changing dan ada pula yang berada di zaman Paramore. Hahai! Perbincangan ini terhenti sejenak ketika sesi foto-foto dimulai. Mulanya hanya suasana ngobrol saja yang mau diabadikan, tapi dasar semua gila foto, jadilah semuanya berpose masing-masing di depan poster CreativeDisc 5th Anniversary. Gayanya? Bisa ditebak lah. Dengan baju kaos masing-masing serta CD yang berhasil mereka dapatkan.

Suasana lumayan ricuh juga ketika masing-masing undangan baru membuka kaos yang dibagikan. CD bonusnya diselipkan dibagian dalam. Jadi mereka tidak bisa memilih CD mana yang akan didapatkan. Ketika berpose itulah, masing-masing saling membandingkan CD yang didapatkan. Saling (berusaha) merampas (haha!) karena ada yang mau CD Yeah Yeah Yeahs, Lady Gaga, Jordin Sparks, pokoknya seru!

Perbincangan kembali berlanjut dengan bertambahnya undangan yang hadir, Ivan dari Radio Prambors dan Iko dari Radio Madama. Kali ini obrolannya berkembang ke arah industri musik di Indonesia. Bagaimana saat ini porsi untuk lagu Indonesia mempunyai jatah yang sangat banyak. Baik itu mulai dari label, radio, sampai acara di televisi. Kita boleh berbangga hati, karena akhirnya musik Indonesia bisa menjadi raja di negeri sendiri. Tapi tentu saja fenomena ini harus diimbangi dengan kualitas yang mumpuni dari setiap band. Menurut penjelasan dari Iko bahwa saat ini beberapa penyanyi kehilangan taste mereka. Karena yang diburu adalah untung, jadi mereka tidak terlalu memiliki taste dalam bermusik. Prediksi di tahun 2010 pun katanya sudah bisa diramalkan bahwa kita masih akan terus dibanjiri oleh pop Indonesia dari segala arah (sudah haruskah kita membuka line CreativeDisc Indonesia? :D)

Sewaktu asyik ngobrol mengenai industri musik Indonesia, tiba-tiba perhatian terpecah. Waktunya buka puasa! Break maghrib dulu! Suasana akrab semakin jelas terasa di para undangan, sambil menikmati hidangan buka puasa di Warung Tenda Pengayoman, tempat gathering kali ini berlangsung. Perbincangannya pun menjadi lebih lepas dan lebih personal seperti pertanyaan sejak kapan iQko dan Muthia bergabung di CreativeDisc, bagaimana pemilihan album dan singel review yang setiap hari naik di situs CreativeDisc, sampai bagaimana cara menjadi kontributor di CreativeDisc. Seperti biasa, jawabannya adalah, silahkan pilih album yang ingin direview, tulis, dan kirimkan ke creativedisc@yahoo.com. Kita akan lihat, apakah tulisan tersebut layak naik atau tidak.



Sehabis sholat maghrib dan menikmati hidangan yang ada, games pun dilanjutkan! Antusias karena Cd yang dibagikan adalah Cd dari Guns’ n Roses, Lady GaGa, dan Keane. Tapi tentu saja hal ini tidak bisa dimenangkan dengan mudah! Ada pertanyaan yang harus dijawab. Pertanyaan pertama untuk Cd Gun’s n Roses! Siapakah nama vokalis dari band tersebut! Ternyata jawaban yang tepat jatuh ke tangan Vita Masli. Axl Rose! Great! Sesuai jaman sih! Pertanyaan dari Cd Lady Gaga rupanya cukup menyulitkan para undangan. Pertanyaan mulai dari siapa nama asli Lady GaGa, apa judul album dari Lady GaGa, sampai 4 single hits milik Lady GaGa tidak berhasil terjawab! Akhirnya tantangannya adalah menirukan gaya Lady GaGa pada sampul belakang album The Fame, tidak ada yang berani! Pertanyaan untuk album Keane (dimana tampaknya semua orang menginginkan album ini) jatuh kepada Ivan. Sebutkan 3 nama kontributor dari CreativeDisc! Hahai! Jawaban langsung lancar dari mulutnya, iqko, muthe, welly, dan Ai. Hebat! Sedangkan Cd Lady GaGa akhirnya jatuh kepada Indra yang berhasil menjawab pertanyaan (akhirnya) mengenai Lady GaGa.

Setelah memastikan semua undangan sudah mendapatkan merchandise yang terdiri dari Gantungan Kunci, Baju Kaos, Cd, Stiker, (Iko dari Madama mendapatkan bonus CD Alanis Morisette!) waktunya sesi terakhir yaitu foto-foto! Sesi foto berkelompok dijalani dengan penuh teriakan, dan tawa yang begitu lepas. Setelah itu barulah ajang narsis setiap orang disalurkan. Berbagi cerita dan berbagi gaya dengan atribut dan merchandise dari CreativeDisc masing-masing.

Tidak terasa 3 jam sudah berlalu! Waktunya bergegas dan pulang! Terima kasih untuk semua undangan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir, terima kasih untuk CreativeDisc untuk semua merchandise kerennya (bisikan semua undangan, hadiah seperti ini harus sering dibagikan!), Selamat ulang tahun ke 5, sukses selalu dan CreativeDisc menjadi satu-satunya Weblog musik mancanegara yang bisa diandalkan. Selamat!

Track Review : Daniel Merriweather Feat Adele - Water And Flame

Artist : Daniel Merriweather Feat. Adele
Title : Water and Flame

Album : Love and War


Oke silahkan angkat kaki kalau ada yang tidak mengetahui seberapa bagus vocal Daniel Merriweather ketika bekerja sama pada tahun 2007 dengan Mark Ronson lewat track “Stop Me” untuk album “Version” miliknya. Tahu Mark Ronson kan? Orang yang sering membuat dan memproduseri track-track keren dari tangan dinginnya. Kerja sama mereka dimulai sejak tahun 2003 lewat kompilasi Here Comes The Fuzz dimana Daniel menyumbangkan satu lagu yang berjudul She’s Got Me. Penghargaan ARIA Award (nih setara Grammy di Australia sana) berhasil diembatnya. Tahun 2004 ada lagi track City Rules yang menjadi airplay juga dimana-mana.

Love and War merupakan debut album dari Daniel Merriweather yang akan dirilis oleh Marlin Records di Australia. Di Amerika hak edarnya diberikan kepada J Records pada bulan April 2009. Announcement mengenai album ini sudah diekspos besar-besaran dari tahun lalu. Tepatnya pada tanggal 31 Oktober 2008 melalui East Village Radio Show milik Mark Ronson. Dampaknya? Ketika track ”Change” dirilis sebagai track andalan, langsung menduduki posisi 8 di chart musik Inggris.

Kita tidak akan membahas track ”Change”, tetapi ini adalah single lain dari album Love and War. Mungkin ada yang ketawa pas melihat judul track ini. Kok mirip lagunya Naif yah? Air dan Api. Tapi track ini tidak menawarkan suasana ceria seperti yang digambarkan oleh kelompok Naif tetapi track kelam gabungan vocal Daniel dan Adele.


Saya sendiri bisa mengklaim track ini bisa menang ketika dibandingkan dengan No Air milik Jordin Sparks dan Chris Brown. Perpaduan vocal Adele dan Daniel begitu sempurna! Track ini dengan begitu indahnya menceritakan tentang sebuah hubungan yang telah hancur. Salah satu kekuatan sebuah lagu adalah apabila dia bisa bercerita. Yang mendengarkan bisa mendapatkan makna dari lagu tersebut. Track ini salah satunya yang mempunyai kemampuan storytelling yang besar.

Sang cowok yang diperankan oleh Daniel tidak bisa melepaskan bayangan sang cewek. Walaupun telah seminggu berlalu tetapi yang ada dipikirannya adalah bagaimana keadaan sang cewek. Dia berusaha dan berusaha terus menelponnya,

I'd settle for a busy tone,
At least that I'd know that you're okay.


Di bagian kota yang lain, sang cewek diperankan oleh Adele merasa terjebak dengan kehampaan di rumahnya sendiri. Salah satu cara untuk melupakan sang cowok adalah dengan minum dan mencoba mabuk. Berharap dengan cara itu bisa menghilangkan bayangan nama sang cowok.

I need a drink to get me out.
A couple more til I forget your name.


Klimaks dari kisah ini ketika mereka bertemu di pertengahan track dan mencurahkan apa yang mereka rasakan. Apakah memang mereka seperti Air dan Api? Tidak bisa bersatu? Sepertinya iya. Karena penghayatan yang dibawakan oleh keduanya membuat saya merinding. Siapa yang tidak mengetahui Adele? Satunya pemenang Grammy plus satunya lagi pemenang ARIA award. Track ini menjadi semakin indah ketika mereka bertemu di refrain bagian kedua. Keduanya saling bersahutan menjawab pertanyaan satu sama lain. Vokal mereka begitu kuat tetapi mereka bernyanyi tanpa ada kesan ”bertanding” siapa yang paling bagus. Chemistry yang dibangun mengenai karakter ”Water” dan ”Flame” menjadi tuntas lewat bagian ini. Ini adalah kolaborasi terhebat menurut saya.

Official website : http://danielmerriweather.com
Myspace : http://myspace.com/danielmerriweather

Ps : tolong jangan ingat video klip dari Glen Fredly Feat. Dewi Persik yang Hikayat Cinta pas denger track ini yah. Takutnya jadi ilfil...

Jordin Taylor – Dream You To Live

Sepertinya untuk tahun 2009 emang tahunnya penyanyi muda dari amrik sana. Udah lulus ke dunia musik nama Jojo, Taylor Swift, Miley Cyrus, sekarang kita bisa berkenalan lagi dengan Jordin Taylor. Umurnya? Baru 17 tahun! Buset, kalo ngedengerin vokalnya kita gak bakalan nyangka suara sedahsyat (dan semerdu) itu bisa keluar dari seorang Jordin Taylor.

Siapa referensinya dalam bermusik? Cewek yang berasal dari California ini menyatakan bahwa Mariah Carey, Toni Braxton, plus Alicia Keys yang menjadi diva dalam kehidupan bermusiknya. Yups! Udah bisa dibayangkan bagaimana pengalaman “membentuk” suara yang terjadi dalam kehidupan Jordin Taylor. Demi menembus industri musik, dia sendiri pindah ke Los Angeles dan bergabung dalam agensi L.A Models.



Nah, apa yang ditawarkan Jordin Taylor dalam lagu Dream You To Live? Entahlah, saya merasa nyaman saja dengan lagu ini. Beat-beatnya bisa dikatakan tergolong “manis”. Tapi ada sesuatu pada vokalnya. Dia mempunyai ciri yang mudah dikenali. Apalagi, range suaranya yang memang masih kedengaran “muda”. Ya iyalah, wong baru umur 17 tahun.

Sebenarnya ini dia lyric yang membuat saya jatuh cinta dengan track ini.

I'm looking out in the crowd
Don't know where you are
It's like I'm hearing you now
But you feel so far
I don't know what I can do
I'm searching everywhere
That’s why I lay here at night
And dream you to life


Sebegitu sulitkah untuk menjadi bahagia? Apakah permainan yang akan terus saya jalankan yaitu menunggu dan menunggu? Saya teringat peristiwa kemarin malam. Sewaktu saya dan teman-teman sedang merayakan syukuran wisuda kami. Apa yang terjadi? Sekilas pembicaraan dengan dia-yang-telah-membuatku-terpesona membuatku berpikiran yang macam-macam. Apa yang terjadi? Mengapa dia begitu perhatian? Apalagi ketika dia mengatakan,

“Mas, miscall ke nomor aku yah. Entar di save”

What? Apakah saya salah mengartikannya? Dengan banyakanya fisikal touch yang terjadi, saling pandang yang tidak disengaja, semakin membuatku yakin. It means something. Sekarang saya menunggu dia. Menunggu orang lain juga yang pastinya akan kutemukan. Karena bagaimanapun caranya, saya juga membutuhkan cinta.

*jablay mode ON

Eh, kok malah curhat yah? Bukannya tadi ngomongin Jordin Taylor? Ya sud lah, track ini yang akan menemaniku selama seminggu ini. Berteriak dan bernyanyi kemanapun saya pergi.

Untuk yang mau download, silahkan di klik disini.